Israel Membungkam Media, Kesaksian Wartawati Palestina

JAKARTA – Lembaga sosial kemanusiaan Adara Relief Internasional menggelar press gathering secara daring melalui aplikasi zoom dengan tema kesaksian wartawan Palestina, Bushro Jamal At Thawail dalam keganasan Israel membungkam media. Rabu (4/11/2020).

Acara dibuka oleh ketua Adara Relief Internasional, Sri Vira Chandra yang mengatakan sewaktu menggelar acara ini teringat oleh wartawan senior Inggris, Yvonne Ridley. Generasi masa kini dan akan datang akan selalu mencari info yang valid.

“Yang kita tulis sekarang menjadi referensi bagi generasi masa kini dan akan datang,” ujarnya.

Sementara, wartawan Palestina Bushro Jamal At Thawail yang menjadi nara sumber menceritakan dirinya sempat tidak bisa masuk ke kota Alquds dan tidak boleh keluar negeri.

“Sebetunya orang Palestina secara umum tidak ada pelarangan khususnya yang di tepi barat, banyak yang keluar masuk, namun yang dilarang keluar negeri hanya aktifis dan wartawan,” ucapnya.

“Bisa saja mereka diperbolehkan namun ketika pulang mereka bisa ditangkap, alasannya dapat mengganggu entitas zionis,” sambung Bushro.

Dirinya juga menceritakan bagaimana keganasan Israel dalam membungkam media, rumahnya diacak-acak, mobilnya diambil, kamera dan uang dirampas dalam
rangka intimidasi agar mau bekerjasama kepada entitas Zionis.

Anak yang diatas 16 tahum, kata Bushro diarang menjenguk ayahnya dipenjara. Dirinya juga bercerita kalau pelecehan seksual tidak pernah terjadi pada dirinya. Dikarenakan Israel sangat menjaga citra dari negara-negara lain bahwa dirinya bisa menjungjung hak asasi manusia.

“Karena kalau sampai terjadi itu akan ramai reaksinya, walaupun ancaman tetap ada,” ucapnya.

Dirinya pernah diancam ingin ditelanjangi dan fotonya akan disebar lewat sosial media.

Advertisement