Trump Klaim Kemenangan Dirinya atas Biden Meski Penghitungan Suara Belum Usai

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kemenangannya atas calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, meskipun hasil pemungutan suara belum selesai dihitung.

“Anda hanya melihat semua negara bagian yang kami menangkan malam ini dan margin yang kami peroleh,” kata Trump kepada para pendukungnya di Gedung Putih.

Dia juga menuduh penghitungan suara sementara yang mengatakan saingannya Biden menang, “Ini penipuan terhadap publik Amerika. Ini memalukan bagi negara kami. Kami bersiap-siap untuk memenangkan pemilihan ini. Terus terang, kami memang memenangkan pemilu ini,” tegas dia, dikutip Anadolu.

Trump saat ini meraup 213 suara elektoral, jauh di belakang Biden dengan 238 suara.

Kedua kandidat berupaya mengumpulkan setidaknya 270 suara untuk mengamankan suara mayoritas.

Trump mengklaim kemenangan di Georgia, North Carolina, dan Michigan.

Di Georgia, dia unggul hanya dengan 1,5 persen dengan 9 persen dari perkiraan suara yang belum dihitung.

Di Carolina Utara Trump memimpin 1,4% persen, sedangkan di Michigan, kurang dari 70% perkiraan suara telah dihitung.

Pengumuman sepihak Trump mendapat teguran keras dari Chris Christie, mantan gubernur New Jersey yang merupakan orang kepercayaan presiden.

“Saya tidak setuju dengan apa yang dia lakukan,” kata dia kepada ABC News.

“Ada saatnya Anda harus membiarkan proses itu berjalan sendiri sebelum Anda menilai itu cacat. Ini tindakan yang prematur dan dapat melemahkan kredibilitasnya sendiri,” tambah Christie.

Sementara itu, Biden telah mengatakan kepada para pendukungnya bahwa dia optimistis berada di “jalur yang tepat” menuju Gedung Putih.

Advertisement