Kesaksian WNI di Taiwan saat Alami Guncangan Gempa

Kerusakan gempa Taiwan/ foto: Getty Images

TAIWAN – Gempa bumi berkekuatan 7,4 skala Richter melanda pantai timur Taiwan pada Rabu (03/04), dan menjadi gempa terkuat sepanjang 25 tahun terakhir.

Seorang WNI memberi kesaksian betapa gempa yang dirasakannya seperti bukan gempa biasa. Cladwin Aurelliano, 21 tahun, seorang WNI yang juga mahasiswa di National Dong Hwa University, mengaku sudah terbiasa dengan gempa yang kerap terjadi di Hualien, Taiwan.

“Hualien itu memang sebenarnya rawan gempa. Walaupun [terjadi] kasur gerak-gerak [atau] lemari bersuara… itu sudah biasa,” tutur Cladwin kepada BBC News Indonesia via Zoom.

Meski sudah terbiasa dengan gempa “skala 4 sampai 5 skala Richter”, Cladwin mulai merasa ada yang janggal sewaktu gempa terjadi, pada Rabu (03/04) pagi waktu setempat.

“Barang-barang di atas lemari [sampai] berjatuhan, air dari teko juga bertumpahan di lantai. Ini gempanya bukan gempa biasa.”

Pemuda asal Medan, Sumatera Utara itu adalah salah satu mahasiswa asal Indonesia di Universitas Dong Hwa yang terkena dampak gempa. Dia memperkirakan ada sekitar 100 WNI yang bersekolah di kampus itu.

Cladwin menyebut gempa susulan masih terjadi dari pukul 08.00 hingga pukul 17.00 waktu setempat. Pihak kampus meminta para mahasiswa untuk berkumpul di depan asrama sesuai pelatihan hingga kira-kira pukul 12.00 siang.

Mereka kemudian diperbolehkan kembali ke kamar masing-masing untuk mengecek barang-barang dan melaporkan kerusakan.

Cladwin mengaku selain gempa susulan, para mahasiswa cukup was-was karena salah satu gedung di kampus mereka yang menjadi pusat laboratorium untuk bidang kimia, fisika, dan biologi dilanda kebakaran.

“Untuk sekarang, [kami] cuma bisa beritahu [bahwa kami] masih baik-baik saja. Belum ada kebutuhan mendadak atau apa. Doakan keselamatan di Hualien,” paparnya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here