JAKARTA – Memberikan sedekah sedikit tapi rutin lebih baik daripada memberikan sedekah besar tapi hanya sekali. Jika kita terbiasa memberikan sedekah besar hanya saat gajian, kita dapat mulai menambahkan kebiasaan memberikan sedekah harian kepada orang-orang di sekitar kita.
Misalnya, memberi makanan kepada satpam di kompleks rumah. Atau, memberikan tumpangan kendaraan kepada tetangga.
Setiap kebaikan yang kita lakukan bisa dianggap sebagai sedekah. Oleh karena itu, penting untuk menjadikan sedekah sebagai bagian dari rutinitas harian kita.
Berikut ini adalah beberapa keutamaan memberikan sedekah setiap hari:
- Allah Suka Amalan Kontinu meski Kecil
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR Muslim)
Kontinuitas adalah kata kuncinya. Bagaimana kita konsisten melakukan amalan secara terus-menerus. Apalagi untuk bersedekah.
Tidak hanya dengan uang, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengisi hari-hari dalam kalender kita setiap harinya dengan sedekah.
- Membentuk Kebiasaan
Kebiasaan tidak bisa dibentuk hanya dengan perbuatan sekali dua kali saja. Oleh sebab itu, penting menjadikan bersedekah sebagai kegiatan tiap hari demi membentuk kebiasaan yang baik.
Awalnya, kitalah yang membentuk kebiasaan. Namun pada akhirnya, kebiasaanlah yang membentuk kita. Maka, biasakan bersedekah tiap hari, insyaallah di mata Allah kita akan menjadi seorang ahli sedekah.
- Tanda Diterimanya Amalan Kebaikan
Ketika kita bisa rutin melakukan kebaikan demi kebaikan tiap harinya, sangat mungkin hal tersebut adalah pertanda amalan kita diterima.
“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.” (Tafsir surat Al Lail, Ibnu Katsir)
Ibnu Rajab menjelaskan hal di atas dengan membawakan perkataan salaf lainnya,
“Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan, namun malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.”
- Rasulullah Tidak Mengkhususkan
Waktu untuk Bersedekah
Dalam kalender ada begitu banyak tanggalan, mengapa kita hanya bersedekah di bulan dan tanggal tertentu, sedangkan Rasulullah tak pernah mengkhususkan waktu untuk melakukan amalan kebaikan.
’Alqomah pernah bertanya pada Ummul Mukminin ’Aisyah, ”Wahai Ummul Mukminin, bagaimanakah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam beramal? Apakah beliau mengkhususkan hari-hari tertentu untuk beramal?”
’Aisyah menjawab, ”Tidak. Amalan beliau adalah amalan yang kontinu (rutin dilakukan). Siapa saja di antara kalian pasti mampu melakukan yang beliau shallallahu alaihi wasallam lakukan.” (HR Muslim)





