Jakarta, KBKNews.id – Surat Al-Lahab merupakan surat ke-111 dalam Al-Qur’an dan termasuk bagian dari juz Amma atau juz ke-30. Letaknya berada setelah Surat An-Nashr dan sebelum Surat Al-Ikhlas.
Surat Al-lahab tergolong surat pendek dengan hanya lima ayat. Meski demikian, kandungan makna dan pelajaran akidah dalam Surat Al-Lahab sangat dalam dan tegas.
Surat ini dikenal pula dengan nama Surat Al-Masad, yang diambil dari lafaz masad pada ayat terakhir. Nama lainnya adalah Surat Tabbat, karena diawali dengan firman Allah “tabbat yada” yang berarti binasa.
Surat Al-Lahab termasuk golongan Makkiyah, diturunkan di Makkah sebelum Nabi Muhammad Saw hijrah ke Madinah.
Asbabun Nuzul Surat Al-Lahab
Imam Bukhari meriwayatkan, Surat Al-Lahab turun ketika Rasulullah Saw menyeru kaum Quraisy dari Bukit Shafa. Beliau mengingatkan kaumnya tentang azab Allah dan mengajak mereka beriman.
Namun, seruan tersebut justru disambut cercaan oleh Abu Lahab yang merpakan paman Rasulullah sendiri. Dia bahkan berkata, “Celakalah engkau, hanya untuk ini engkau mengumpulkan kami?”
Dari peristiwa inilah Allah SWT menurunkan Surat Al-Lahab sebagai bentuk ancaman dan ketetapan azab bagi Abu Lahab dan istrinya.
Abu Lahab, yang bernama asli Abdul Uzza bin Abdul Muthalib, dikenal sebagai sosok yang paling keras memusuhi Rasulullah Saw. Ia kerap mendustakan dakwah Nabi dan memprovokasi masyarakat agar menolak Islam. Istrinya pun turut andil menyakiti Rasulullah, baik secara lisan maupun perbuatan.
Isi dan Pesan Utama Surat Al-Lahab
Secara garis besar, Surat Al-Lahab memuat ketegasan Allah SWT terhadap orang yang memusuhi kebenaran. Pesan utamanya antara lain:
Harta dan usaha tidak akan menyelamatkan seseorang dari azab Allah
Kekayaan Abu Lahab sama sekali tidak berguna di hadapan keputusan Allah SWT.
Ancaman neraka bagi orang yang sombong dan menentang kebenaran
Abu Lahab dijanjikan masuk ke dalam api yang bergejolak (naar dzāta lahab).
Kebinasaan juga menimpa orang-orang yang mendukung kezaliman
Istri Abu Lahab digambarkan sebagai pembawa kayu bakar dengan tali dari sabut di lehernya, simbol siksaan dan kehinaan.
Keutamaan dan Manfaat Surat Al-Lahab
Di balik kandungan ancaman, Surat Al-Lahab juga memiliki sejumlah keutamaan dan hikmah bagi orang yang membacanya dengan penuh keimanan.
Termasuk Surat Al-Mufashshal
Surat Al-Lahab termasuk dalam kelompok Al-Mufashshal, yaitu surat-surat pendek yang menjadi keistimewaan Nabi Muhammad Saw dibandingkan nabi-nabi sebelumnya. Surat-surat ini mudah dihafal dan sering dibaca dalam salat.
Tidak Dikumpulkan Bersama Abu Lahab
Dalam Tafsirul Burhan disebutkan, Rasulullah Saw bersabda:
“Barangsiapa membaca Surat Al-Lahab, Allah tidak akan mengumpulkannya bersama Abu Lahab.”
Selain itu, surat ini juga disebut dapat menjadi wasilah kesembuhan bagi sakit perut dan perlindungan ketika hendak tidur, dengan izin Allah SWT.
Pengingat agar Takut Berbuat Maksiat
Kisah azab Abu Lahab menjadi peringatan keras bagi umat Islam agar menjauhi kemaksiatan, kesombongan, serta permusuhan terhadap orang beriman.
Pelajaran tentang Keluarga dan Keimanan
Surat Al-Lahab menegaskan, hubungan darah tidak menjamin keselamatan. Abu Lahab merupakan paman Rasulullah, namun karena tidak beriman, kedekatan tersebut tidak memberi manfaat sedikit pun.
Tanda Kekuasaan Allah SWT
Allah SWT menurunkan Surat Al-Lahab ketika Abu Lahab dan istrinya masih hidup, namun telah ditetapkan sebagai penghuni neraka. Ini menunjukkan setiap ketetapan Allah pasti terjadi dan tidak ada yang mampu menghalanginya.
Bacaan Surat Al-Lahab
Tulisan Arab:
بَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ
مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ
سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ
وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ
فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِّن مَّسَدٍ
Artinya:
“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidak berguna baginya harta dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.”
Surat Al-Lahab bukan sekadar kisah tentang kebinasaan Abu Lahab, melainkan peringatan abadi bagi seluruh manusia. Surat ini mengajarkan kesombongan, kekayaan, dan kedudukan tidak akan berarti tanpa iman dan ketakwaan.
Dengan membaca dan memahami Surat Al-Lahab, umat Islam diingatkan untuk selalu berpihak pada kebenaran, menjaga akhlak, serta menjauhi sikap dengki dan permusuhan terhadap sesama orang beriman.
Semoga pembahasan ini menambah pemahaman kita terhadap Al-Qur’an dan menjadi pengingat untuk terus memperbaiki iman dan amal. Wallahu a’lam.





