NEW YORK—Banyak pengungsi di Amerika yang kini merasa terancam dengan iklam xenophobia di Amerika, menyusul terpilihnya Donald Trump sebagai presiden. Mereka bun berbondong-bondong meninggalkan negeri Paman Sam ini.
Sebuah lembaga yang menangani pengungsi di Manitoba melaporkan, selama 1 November hingga 25 Januari mereka telah menerima 91 pengungsi. Kebanyakan dari mereka telah melalui perjalanan yang berat, padang rumput bersalju yang sangat dingin untuk sampai ke Kanada.
“Kami belum menemukan seperti ini sebelumnya,” kata Maggie Yeboah, presiden Ghana Union of Manitoba, yang telah membantu pengungsi untuk mendapatkan layanan medis dan perumahan. “Kami tidak tahu apa yang harus dilakukan,” tambahnya.
Kebijakan imigrasi Trump yang menolak warga dari sejumlah negara telah memancing kekhawatiran dari pengungsi. “Mereka akan berlari ke Kanada. Mereka akan pergi melalui cuaca dingin, entah itu bisa membuat mereka mati atau tidak,” kata Abdikheir Ahmed, seorang imigran Somalia di ibukota Manitoba yang membantu pengungsi membuat aduan.
Yeboah menjelaskan, sejak akhir musim panas lalu, 27 orang dari Ghana berjalan ke Manitoba dari Amerika Serikat. Sementara itu, dua pengungsi hampir kehilangan semua jari mereka karena melawan cuaca dingin. Mereka juga hampir mati kedinginan.
Selama 2016 lalu, 7 ribu lebih orang yang mengajukan suaka ke Kanada melalui Amerika. Angka ini meningkat 63 persen dari tahun sebelumnya.




