Khidmat di Tengah Duka, Warga Antusias Peringati Maulid Nabi di NTT

MANGGARAI TIMUR, KBKNEWS.id – Suasana khidmat menyelimuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Darurat posko Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (25/8/2026). Warga setempat berkumpul bersama para relawan untuk memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW di tengah kondisi sarana yang serba terbatas usai bencana gempa.

Meskipun bertempat di bangunan darurat yang difungsikan sebagai pusat kegiatan dan posko bantuan, antusiasme masyarakat sama sekali tidak surut. Sejak awal acara, anak-anak, orang tua, hingga tokoh masyarakat telah memadati masjid sederhana tersebut untuk mengikuti rangkaian peringatan secara bersama-sama.

Rangkaian kegiatan diawali dengan lantunan selawat dan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menggema di area posko. Namun, saat acara memasuki pertengahan agenda, aliran listrik mendadak padam dan membuat seluruh ruangan masjid darurat seketika gelap gulita.

Kondisi padamnya listrik tersebut tidak membuyarkan kekhusyukan jemaah. Alih-alih beranjak, para hadirin tetap bertahan di tempat duduk masing-masing dan terus menggemakan puji-pujian kepada Nabi dengan memanfaatkan penerangan seadanya, menjaga suasana tetap hening dan tertib.

Selang beberapa saat kemudian, pasokan listrik kembali menyala normal dan disambut rasa syukur oleh seluruh hadirin. Acara pun dilanjutkan dengan tausiyah agama serta doa bersama hingga tuntas tanpa hambatan berarti.

Usai doa bersama dikumandangkan, panitia dan relawan membagikan suguhan sederhana kepada seluruh jemaah. Setiap hadirin yang datang menerima sajian berupa telur rebus dan buah pisang sebagai wujud kebersamaan serta berkah perayaan.

Jamuan bersahaja tersebut dinikmati bersama di dalam masjid darurat dengan penuh rasa syukur dan kehangatan. Peringatan Maulid Nabi di pelosok Manggarai Timur ini pun menjadi momentum perekat silaturahmi antara warga Desa Satar Kampas dan para relawan kemanusiaan di tengah keterbatasan yang ada.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here