MANGGARAI TIMUR, KBKNEWS.id — Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan asesmen status gizi bagi anak bawah tiga tahun (batita) di sejumlah titik posko pengungsian, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Rabu (26/8/2026). LKC Dompet Dhuafa terus fokus melayani ibu dan anak di pengungsian.
Kegiatan lapangan ini menyasar anak-anak kelompok rentan yang saat ini tinggal di tenda-tenda darurat. Petugas kesehatan menyisir posko pengungsian secara langsung untuk memastikan kondisi fisik dan kebutuhan tumbuh kembang anak tetap terpantau dengan baik.
Fokus utama pemeriksaan mencakup pengukuran tinggi badan (panjang badan) dan penimbangan berat badan secara presisi. Pengukuran menggunakan peralatan antropometri standar guna memperoleh data riil kondisi antropometri setiap batita yang terdampak di lokasi bencana.
Asesmen ini merupakan langkah awal yang krusial dalam rangkaian pelaksanaan program Pemberian Makanan Balita dan Anak (PMBA). Program tersebut dirancang untuk mengatasi potensi penurunan kualitas gizi pada balita selama masa tanggap darurat.
Data awal yang diperoleh dari pengukuran ini akan dijadikan sebagai acuan dasar (baseline data). Melalui data ini, tim LKC NTT dapat memetakan tingkat keparahan risiko gizi buruk, gizi kurang, maupun stunting pada anak-anak di pengungsian.
Hasil asesmen juga berfungsi sebagai tolok ukur utama untuk mengevaluasi efektivitas intervensi nutrisi yang akan dijalankan. Tim medis akan memantau tren perkembangan fisik batita secara berkala selama dua minggu ke depan.
Selain pengukuran antropometri, tim kesehatan di lapangan turut memberikan edukasi langsung kepada para ibu dan pengasuh terkait praktik pemberian makanan bergizi seimbang di tengah keterbatasan fasilitas posko darurat.
LKC NTT berkomitmen untuk terus mengawal pemenuhan asupan nutrisi dan layanan kesehatan anak-anak di Satar Kampas hingga kondisi pengungsian stabil dan target pemulihan gizi tercapai secara optimal.





