11 Hari Pascagempa NTT, Warga Desa Rana Kulan Masih Kekurangan Makanan

MANGGARAI TIMUR, KBKNEWS.id — Memasuki hari ke-11 pascagempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), warga di pelosok Desa Rana Kulan, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, masih berjuang memulihkan aktivitas hariannya. Sejumlah fasilitas umum dan belasan rumah tinggal dilaporkan mengalami kerusakan dari kategori ringan hingga roboh total.

Selain merusak permukiman, gempa juga menyebabkan retakan di Masjid Al-Munawir Balus yang berada di desa tersebut. Aktivitas pertanian yang menjadi mata pencaharian utama bagi lebih dari 100 Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut pun terganggu akibat kekhawatiran warga terhadap potensi gempa susulan.

Warga Desa Rana Kulan, Mustamin, menyampaikan bahwa kebutuhan mendesak saat ini berpusat pada ketersediaan logistik bahan pokok dan penanganan tempat tinggal yang terdampak.

“Dampak gempa di sini khususnya Masjid Al-Munawir Balus mengalami retakan di beberapa sisi. Ada lima rumah warga yang runtuh total dan belasan rumah rusak ringan,” ujar Mustamin, Kamis (27/8/2026).

Mustamin menambahkan, sebagian besar warga yang berprofesi sebagai petani saat ini masih diliputi rasa waswas untuk kembali menggarap lahan secara penuh. Bantuan bahan pokok, terutama beras, menjadi tumpuan utama kelangsungan hidup mereka saat ini.

“Aktivitas bertani masih dalam keadaan hati-hati karena gempa susulan masih dirasakan. Dari pemerintah daerah sejauh ini baru tersalur beras 2 kilogram per KK. Yang paling mendesak dibutuhkan saat ini adalah beras untuk bertahan hidup, serta penanganan untuk rumah yang rusak berat dan ringan,” lanjutnya.

Kehadiran lembaga kemanusiaan seperti Dompet Dhuafa dinilai sangat membantu meringankan beban warga, khususnya melalui penyaluran paket sembako serta layanan pemeriksaan kesehatan bagi korban luka.

“Terima kasih banyak kepada Dompet Dhuafa yang telah mengunjungi daerah kami di Desa Rana Kulan. Bantuan sembako dan pelayanan kesehatan ini sangat membantu warga, terutama mereka yang sempat tertimpa reruntuhan balok saat gempa terjadi,” tutur Mustamin.

Warga berharap koordinasi penanganan pascabencana antara pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan dapat terus diperluas hingga menyentuh pemerataan logistik pangan dasar serta rencana perbaikan hunian warga yang hancur.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here