Kiat Memperbaiki Amal di Sisa Usia

Ilustrasi bayangan masjid (Foto: Generated AI)
JAKARTA, KBKNews.id – Setiap manusia yang hidup di dunia ini sedang berjalan dalam sebuah garis waktu yang terus bergerak maju tanpa bisa dihentikan. Salah satu misteri terbesar dalam hidup adalah bahwa tidak ada satu pun makhluk yang mengetahui kapan persisnya perjalanan tersebut akan berakhir.
Sisa umur adalah perkara gaib yang mutlak berada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga setiap detiknya menjadi sangat berharga. Ketidaktahuan kita akan sisa usia ini dipertegas oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an Surat Luqman ayat 34:
“…Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati…”
Ayat ini menjadi peringatan keras bagi kita semua bahwa kematian bisa menjemput kapan saja tanpa memandang kesiapan kita. Fenomena yang sering kita saksikan di akhir zaman adalah banyaknya mautul faja’ah atau kematian yang datang secara tiba-tiba. Orang yang kemarin tampak sehat bugar, energik, atau baru saja mendapatkan jabatan, tiba-tiba dikabarkan telah meninggal dunia. Kematian mendadak ini seringkali datang tanpa memberikan tanda-tanda atau peringatan terlebih dahulu kepada seseorang yang keluar dari rumahnya.
Ketika nafas terakhir telah berembus, seorang manusia akan segera berpindah dari Darul Amal (negeri tempat beramal) menuju Darul Jaza (negeri tempat pembalasan). Di alam barzakh hingga hari kiamat kelak, seluruh perbuatan kita selama di dunia akan ditimbang dan dibalas. Di dunia kita bisa mengukur kemakmuran ekonomi seseorang, namun tidak ada yang tahu bagaimana nasib dan derajat kemakmuran kita kelak di akhirat.
Meskipun sisa waktu kita rahasia, tidak ada kata terlambat untuk mulai berbenah dan meningkatkan kualitas amal ibadah kita. Sebagai contoh, sahabat Nabi, Sa’ad bin Mu’ad Radhiallahu ‘Anhu, hanya merasakan indahnya Islam selama kurang lebih 7 tahun sebelum beliau wafat. Namun, karena kualitas amalnya yang luar biasa, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Arsy Allah bergetar karena wafatnya Sa’ad bin Mu’ad.
Kisah tentang evaluasi umur ini juga tergambar jelas dalam dialog legendaris antara ulama Fudhail bin ‘Iyadh dengan seorang lelaki berusia 60 tahun. Fudhail mengingatkan lelaki tersebut bahwa selama 60 tahun hidup, ia sebenarnya sedang berjalan menuju Tuhannya dan kini perjalanannya sudah hampir sampai. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Surat Al-Insyiqaq ayat 6:
“Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu pasti akan menemui-Nya.”
Ketika lelaki tersebut menyadari kedekatan ajalnya, ia mengucapkan kalimat Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Fudhail kemudian menjelaskan tafsir mendalam dari kalimat tersebut, yaitu jika seseorang sadar bahwa dirinya adalah hamba Allah dan akan kembali kepada-Nya, maka ia harus tahu bahwa ia akan diberhentikan untuk dihisab. Siapa yang tahu ia akan dihisab, maka ia wajib mempersiapkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Allah kelak.
Mendengar hal itu, sang lelaki bertanya mengenai solusi terbaik di sisa umurnya yang tinggal sedikit, dan Fudhail menjawab bahwa solusinya sangat mudah: berbuat baiklah di sisa umurmu, maka Allah akan mengampuni dosa-dosamu di masa lalu. Nasihat mulia ini bersumber langsung dari sabda Rasulullah ﷺ melalui hadis Abu Dzar Al-Ghifari yang berbunyi:
“Siapa yang berbuat baik (memperbaiki amal) di sisa umurnya, akan diampuni dosa masa lalunya. Dan siapa yang berbuat buruk di sisa umurnya, ia akan disiksa atas perbuatan masa lalunya dan sisa umurnya.”
Kiat pertama agar sisa usia kita berkualitas adalah dengan tidak pernah menunda-nunda suatu kebaikan. Kapan pun terbetik niat baik di dalam hati—seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, atau menyambung silaturahmi—segeralah melaksanakannya karena niat tersebut adalah hidayah yang belum tentu datang kembali. Khalid bin Ma’dan berkata bahwa jika pintu kebaikan telah dibukakan untukmu, segeralah masuk karena engkau tidak tahu kapan pintu itu akan tertutup.
Kiat kedua adalah jangan pernah meremehkan amal kebaikan sekecil apa pun, termasuk hanya melempar senyuman tulus kepada sesama. Banyak dalil menunjukkan seseorang masuk surga karena hal sepele yang ikhlas, seperti wanita pezina dari Bani Israil yang memberi minum anjing kehausan, atau seorang lelaki yang memindahkan dahan pohon yang menghalangi jalan.Niat yang tulus dari harta yang halal dapat mengubah amalan kecil menjadi bernilai sebesar gunung di sisi Allah.
Kiat ketiga adalah menjebak diri kita ke dalam berbagai lingkaran aktivitas yang bermanfaat dan mendatangkan pahala. Kita bisa menyibukkan diri dengan mengurus masjid, membantu anak yatim, menyantuni para janda, atau belajar agama dan bahasa Arab. Waktu ibarat pedang; jika kita tidak menyibukkannya dengan perkara-perkara kebaikan, maka waktu tersebut yang akan menebas dan menyibukkan kita dalam keburukan serta kesia-siaan.
Kiat keempat yang tidak kalah penting adalah bersikap sangat pelit terhadap waktu yang kita miliki dengan menghindari hal sia-sia. Ciri utama seorang mukmin yang sejati adalah mereka sangat menghargai waktu demi kepentingan akhiratnya, bukan membuangnya berjam-jam untuk memantau media sosial atau berita yang tidak mendatangkan manfaat iman. Sebelum melakukan sesuatu, tanyakan pada diri sendiri apakah kita memiliki jawaban yang siap dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak.
Paragraf terakhir mengingatkan kita untuk memastikan semua hak orang lain—baik itu hak istri, anak, orang tua, maupun sesama manusia—telah kita tunaikan sepenuhnya sebelum ajal menjemput agar kita tidak bangkrut di akhirat. Selain itu, segeralah meminta maaf jika pernah menzalimi orang lain karena kezaliman adalah kegelapan yang bertubi-tubi pada hari kiamat (al-zhulmu zhulumatun yaumal qiyamah). Jagalah keikhlasan amal dengan menghindari keinginan untuk dipuji manusia agar sisa usia kita benar-benar ditutup dengan husnul khatimah.
Disarikan dari video ceramah Ustaz Firanda Andirja berjudul
Perbaikilah Amal Di Sisa Usiamu.
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here