Kiat Menjadikan Sedekah sebagai Gaya Hidup

Ilustrasi sedekah. (Foto: freepik.com)

JAKARTA – Sangat mudah bagi kita mengeluarkan uang di berbagai tempat seperti toko, swalayan, restoran, kafe, bioskop, bahkan untuk pulsa. Namun, rasanya sulit menyisihkan sejumlah uang yang sama untuk menyumbang ke masjid, kotak infak, atau rekening sedekah secara rutin.

Salah satu penyebabnya karena kita belum menjadikan zakat, infak, wakaf, dan sedekah sebagai bagian dari gaya hidup kita.

Sementara itu, pengeluaran untuk pulsa gadget, makan di kafe, minum kopi dengan harga minimal lima puluh ribu, serta layanan spa dan sauna sudah menjadi kebutuhan gaya hidup bulanan.

Pertanyaannya, bagaimana kita menjadikan sedekah sebagai bagian dari gaya hidup? Berikut ini beberapa kiat membuat sedekah menjadi gaya hidup yang patut dicoba:

  • Bergabung dengan Komunitas Pencinta Sedekah

Gaya hidup sering kali dipengaruhi oleh tuntutan lingkungan sekitar. Jika seseorang hidup di lingkungan yang hedonistik, maka gaya hidupnya dapat dipengaruhi oleh kecenderungan hedonisme.

Oleh karena itu, untuk memastikan bahwa gaya hidup yang diadopsi memiliki dampak positif, disarankan untuk terlibat dalam lingkungan yang positif, khususnya bergabung dengan komunitas yang memiliki kecenderungan untuk berbuat baik dan bersedekah.

  • Temukan Kebahagiaan saat Bersedekah

Ini menjadi penting karena ketika seseorang telah menemukan kepuasan dalam memberi sedekah, tidak akan sulit bagi mereka untuk menjadikan sedekah sebagai bagian dari gaya hidup.

Namun, jika kebahagiaan dalam bersedekah tidak ditemukan, sulit untuk mengadopsi sedekah sebagai gaya hidup.

Setiap individu memiliki cara berbeda dalam merasakan kebahagiaan saat memberikan sedekah. Apapun caranya, penting untuk memastikan bahwa hati kita merasa lega, senang, dan damai setiap kali memberikan sedekah.

Perasaan bahagia ini dapat menciptakan kecenderungan untuk terus berkontribusi, menjadikan sedekah sebagai kebutuhan dalam gaya hidup kita.

  • Tularkan Gaya Hidup Bersedekah

Gaya hidup biasanya sudah benar-benar mendarah daging jika kita telah dapat tularkan pada orang di sekitar. Yakni, membuat mereka tertarik mengikuti gaya hidup yang kita lakukan.

“Barang siapa dapat memberikan suri teladan yang baik dalam Islam, lalu suri teladan tersebut dapat diikuti oleh orang-orang sesudahnya, maka akan dicatat untuknya pahala sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun pahala yang mereka peroleh.” (HR Muslim)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here