Kisah Inspiratif Penerima Beasiswa Dompet Dhuafa Jadi Guru Besar UI

JAKARTA, KBKNEWS.id — Balai Sidang Universitas Indonesia (UI) menjadi saksi perjalanan inspiratif Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, S.Si., M.Sc. yang resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-14 UI tahun 2026.

Ia dikenal sebagai pakar Kimia Koordinasi, Katalis Homogen, dan Sintesis Organometalik.

Di balik capaian akademiknya, tersimpan kisah panjang tentang peran zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) yang dikelola Dompet Dhuafa.

Pada 1994–1997, Agustino muda merupakan mahasiswa Kimia FMIPA UI dengan keterbatasan ekonomi. Melalui program pendidikan fi sabilillah, Dompet Dhuafa hadir memberikan beasiswa yang menjaga mimpinya tetap hidup.

Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menyebut Prof Agustino sebagai bukti nyata keberhasilan pengelolaan dana umat.

“Beliau adalah legenda hidup bahwa dana umat yang dikelola tepat sasaran mampu menciptakan perubahan struktural yang luar biasa,” ujarnya.

Prof Agustino tercatat sebagai profesor kedua dari penerima manfaat beasiswa Dompet Dhuafa, mengikuti jejak Prof Heri Hermansyah. Kisahnya menjadi gambaran bagaimana zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa.

Dalam pidato berjudul “The Usefulness of Useless: MOF untuk Energi Hijau Berkelanjutan”, ia menjelaskan peran katalis dalam mempercepat reaksi kimia. Ia pun memaknai hidupnya sebagai katalis—beasiswa yang diterimanya menjadi pemicu transformasi dari mahasiswa menjadi ilmuwan.

“Alhamdulillah, saya menyelesaikan studi S3 pada 2007 di FU Berlin,” ungkapnya, mengenang perjalanan yang dulu ia cita-citakan.

Kisah ini menegaskan bahwa satu kontribusi kecil dari donatur dapat tumbuh menjadi dampak besar, melahirkan ilmuwan yang berkontribusi bagi Indonesia dan dunia.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here