BEKASI – Dua nelayan asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, selama 12 hari terombang-ambing di lautan setelah perahunya terseret ombak hingga akhirnya ditemukandi perairan Bekasi.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto menjelaskan kedua nelayan selamat tersebut, yakni Broto asal Desa Srobyong, Kecamatan Mlonggo dan Triyono asal Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Jepara.
Ia mengungkapkan kedua nelayan tersebut ditemukan nelayan dari Bekasi saat keduanya terlihat di perairan setempat dalam kondisi mesin perahu mati pada Senin (29/8) sekitar pukul 21.00 WIB.
Selanjutnya, kata dia, kedua nelayan tersebut mendapatkan pertolongan nelayan setempat dan saat ini keduanya menginap di rumah nelayan setempat, menunggu penjemputan dari pihak keluarga dari Jepara.
Kedua nelayan tersebut berada di laut dengan kondisi mesin perahu mati selama 12 hari karena keduanya berangkat melaut sejak Kamis (18/8) sekitar pukul 15.00 WIB dari Perairan Bondo menuju Perairan Empurancak, Kecamatan Mlonggo, Jepara.
Seharusnya, keduanya pulang dari melaut pada Jumat (19/8) sekitar pukul 03.00 WIB, namun keesokan harinya belum pulang sehingga dilakukan pencairan ke berbagai tempat.
“Kami juga sudah menginformasikan hilangnya dua nelayan ke sejumlah komunitas nelayan di Kabupaten Batang, Pekalongan, dan Karimunjawa serta meminta bantuan Polda Jateng untuk melacak nomor telepon salah satu nelayan yang hilang tersebut. Ternyata tidak bisa dilacak karena teleponnya mati sejak awal,” ujarnya, dilansir Antara.




