
KALEDONIA BARU – Ustaz Luqman Hakim, salah satu Dai Ambassador Dompet Dhuafa 2023 yang bertugas ke Noumea, Kaledonia Baru, mengisahkan perjuangan para WNI yang merantau di negara tersebut
Pada hari pertama kedatangannya di Kaledonia Baru, Kamis (23/3/2023), Ustaz Luqman Hakim pergi mengunjungi Pasar Municipal di Noumea untuk mengenal wilayah tersebut, dan disana, Ustaz Luqman Hakim bertemu dengan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang berprofesi sebagai penjual sayur dan buah-buahan, yakni Sukardi, seorang pria asal Pekalongan, Jawa Tengah.
Sukardi sudah 42 tahun tinggal di Kaledonia Baru dan berjuang untuk hidupnya dengan berjualan sayur mayur serta buah-buahan. Ia menuturkan bahwa omzet yang didapatkan setiap bulan karena berjualan ada sebesar 200.000 franc cfp (mata uang Kaledonia Baru) atau sekira Rp27 juta.
Dalam catatannya, sebagaimana dilansir dompetdhuafa.org, Ustaz Luqman menilai Sukardi adalah seorang pribadi yang istiqamah dalam berjualan. Sayur mayur yang dijual oleh Sukardi di antaranya wortel, kubis, dan sebagainya. Bahan-bahan tersebut didapat Sukardi dari Australia. Pelanggan Sukardi pun bukan hanya orang-orang Indonesia yang tinggal di Kaledonia Baru saja, tetapi juga warga asli Kaledonia Baru serta warga asing.
Dompet Dhuafa resmi memberangkatkan 24 orang Dai Ambassador Tahun 2023 ke-14 negara penugasan pada Senin (20/3/2023). Negara-negara tersebut di antaranya adalah Malaysia, Timor Leste, Australia, Hong Kong, Suriname, Prancis hingga Noumea, Kaledonia baru.




