SYDNEY—Ketua lembaga ilmu pengetahuan Australia, Alan Finkel menilai, dunia tidak akan menang dalam melawan perubahan iklim. Menurutnya, panas yang menerpa bumi belakangan ini adalah rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menyebutnya sebagai bulan terpanas.
Dalam sebuah program televisi di ABC, Senin (14/3) malam, ia mengatakan memang terlalu dini untuk mengatakan “darurat iklim”. Akan tetapi, ada alasan yang kuat untuk siaga dan waspada mengahadapi iklim yang sangat ekstrim.
Sebelumnya, laporan iklim NASA mengungkapkan suhu dunia tahun lalu merupakan yang terpanas selama lebih satu abad belakangan. Kadar karbon dioksida di atmosfer telah naik ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Angkanya terbesar selama 50 tahun belakangan.
“Kita kalah dalam semua upaya untuk menghindari kenaikan emisi,” kata Finkel.
Menurutnya, apa yang kita lakukan selama ini terhadap matahari, angin, mengubah perilaku dan hal-hal yang terkait lainnya adalah “sia-sia”. “Kita tidak memenangkan pertempuran,” tegasnya.
Berdasar laporan cuaca NASA, Juli 2015 lalu merupakan rekor cuaca terpanas. Di India dan Pakistan, ratusan orang tewas sejak gelobang panas melanda sejak pertengahan Juni tahun lalu.




