Komunitas Muslim Bantu Atasi Krisis Air Bersih di Flint, Michigan AS

Krisis air di Flint, Michigan, Amerika Serikat. Muslim turun membantu. Foto: Al Jazeera

DETROIT (KBK) – Komunitas Muslim di Detroit dan Dearborn menyumbangkan sekitar 30.000 botol air mineral melalui lembaga amal yang berbasis di London untuk mengatasi krisis air yang parah di Flint, Kota tetangga Detroit di Negara Bagian Michigan, Amerika Serikat.

Sejak tahun lalu, semua sumber air di Flint tercemar mercuri sehingga tidak bisa dikonsumsi, sementara air mineral harganya menjadi sangat mahal karena harus didatangkan dari Detroit kota terdekat dari Flint.

“Nabi Muhammad mengajarkan kita, tetangga Anda saudara terdekat Anda,” kata Mohammad Al Mawla, warga Muslim Detroid.

Persoalan ini bukan hanya masalah Flint, ini adalah masalah Michigan dan saya merasa berkewajiban untuk membantu untuk yang terbaik sesuai dengan kemampuan saya, ” kata Mawla kepada Media Inggris, The Independent.

Sekitar 70 tentara Garda Nasional sudah diturunkan ke kota Flint, yang terletak 66 mil dari Detroit, untuk membagikan air ke warga Flint.

Selain itu, pejabat federal juga sudah mengumumkan keadaan darurat pada hari Sabtu (16/1/2016), sehingga dengan status darurat tersebut, Federal Emergency Management Agency (FEMA) dapat mengeluarkan dana sekitar US$ 5 juta untuk mengkoordinasikan pendistribusian air, filter air dan alat tes air.

Namun demikian, Gubernur Michigan Rick Snyder mengatakan, ia memerlukan US$ 55 juta, untuk memperbaiki pipa air yang rusak dan US$ 41 juta untuk membayar beberapa bulan biaya distribusi air, pengujian, dan filter air.

Bulan lalu, Snyder mengumumkan keadaan darurat, meminta maaf atas krisis yang terjadi, dan menerima pengunduran diri kepala Departemen Kualitas Lingkungan (DEQ), Dan Wyant. Tapi Badan Perlindungan Lingkungan dan Departemen Kehakiman masih menyelidiki kemungkinan adanya pelanggaran hukum federal.

Pada bulan April 2014, atas permintaan manajer darurat negara, Flint mengubah kebijakan dengan mengambil air yang bersumber dari Danau Huron, untuk melakukan efisiensi dan memutuskan pengiriman air dari Detroit yang butuh biaya mahal.

Namun Oktober 2015 lalu, ditemukan peningkatan kadar timbal dalam air di kota tersebut sehingga menimbulkan banyak penyakit bagi penduduk. Flint sendiri merupakan kota yang dihuni oleh banyak buruh sekitar 100.000 orang, yang didominasi Afrika-Amerika.

Para pejabat telah mengkonfirmasi kadar timbal yang tinggi ditemukan dalam tubuh anak-anak di Flint. Dan pejabat kesehatan telah melaporkan lonjakan kasus penyakit Legionnaires di kota tersebut.

Dilaporkan Al Jazeera, Rabu (20/1/2016), sejak Oktober 2015 lalu, warga Michigan telah mengkritik pejabat negara yang lambat merespon krisis tersebut. Walaupun demikian, negara tetap berusaha mengatasi krisis dengan membeli 83.000 liter air, 115.000 filter air dan 69.000 liter air  yang lolos pengujian sejak 5 Januari.

Advertisement