Kongo Diserang Wabah Kolera, 230 Orang Meninggal Dunia

Ilustrasi/ Anadolu

NORTH KIVU – UNICEF Kongo mengungkapkan bahwa selama tujuh bulan pertama tahun 2023, setidaknya ada 31.342 kasus yang terkonfirmasi atau dicurigai sebagai kolera di negara tersebut. Dari jumlah tersebut, 230 nyawa telah hilang.

“Kebanyakan kasus kolera menimpa anak-anak,” kata UNICEF.

Provinsi North Kivu menjadi wilayah yang paling parah terdampak oleh wabah ini, dengan lebih dari 21.400 kasus telah terkonfirmasi atau dicurigai sebagai kolera, termasuk di antaranya lebih dari 8.000 kasus pada balita.

Koordinator Darurat Senior UNICEF Kongo, Shameza Abdulla, menyatakan kekhawatirannya terhadap skala dan tingkat keparahan wabah kolera ini.

Ia mengatakan bahwa jika tindakan tidak diambil dalam beberapa bulan ke depan, risiko penyebaran penyakit ini ke wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak terdampak dapat menjadi besar.

“Jika tak segera ditangani dalam beberapa bulan ke depan, ada risiko besar penyakit tersebut menyebar ke wilayah-wilayah yang selama bertahun-tahun tak pernah terdampak penyakit ini,” katanya.

Shameza menambahkan, ancaman kolera juga menyebar di tempat-tempat pengungsian, di mana sistem sudah tidak mampu menangani.

“Penduduk, terutama anak-anak, sangat rentan terhadap penyakit ini sehingga berpotensi tak terselamatkan,” tuturnya.

Pada 2017, wabah kolera telah menyebar di seluruh wilayah Kongo, termasuk di ibu kota Kinshasa, yang mengakibatkan hampir 55.000 kasus dan 1.100 di antaranya berakhir dengan kematian.

UNICEF tengah memohon dana sebesar 62,5 juta dolar AS (sekitar Rp957 miliar) untuk meningkatkan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan kolera serta krisis air, sanitasi, dan kebersihan dalam jangka lima bulan ke depan.

Dalam rencana tersebut, UNICEF berusaha untuk membantu 1,8 juta orang, termasuk 1 juta anak-anak, dengan menyediakan akses kepada air bersih, fasilitas kebersihan, toilet, peralatan medis, dan pengobatan kolera yang ramah anak. Namun, saat ini baru terkumpul 9 persen dari total dana yang dibutuhkan.

Sumber: Antara

Advertisement