Koordinasi Perdana Iran-Houthi-Hizbullah Bombardir Israel

Militer Iran, kelompok Houthi dari Yaman, dan Hizbullah asal Lebanon meluncurkan serangan udara terkoordinasi berskala besar ke Israel. (Foto: Ilust Reuters)

Jakarta, KBKNews.id – Situasi di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada Rabu (1/4/2026) pagi setelah militer Iran, kelompok Houthi dari Yaman, dan Hizbullah asal Lebanon meluncurkan serangan udara terkoordinasi berskala besar ke wilayah Israel. Operasi militer ini menandai babak baru eskalasi di kawasan, di mana ketiga kekuatan tersebut pertama kalinya bertindak dalam satu komando serangan yang sinkron.

Gempuran yang dimulai sejak pukul 06.25 waktu setempat ini melibatkan salvo rudal balistik, drone bunuh diri, hingga penggunaan munisi tandan yang menyasar titik-titik vital di wilayah selatan, tengah, hingga utara Israel.

Pagi yang Mencekam: Rentetan Sirene dan Empat Gelombang Serangan

Suasana tenang di Israel pecah saat fajar menyingsing. Komando militer Israel melaporkan gelombang pertama serangan terdeteksi berasal dari arah Yaman. Serangan memicu sirene peringatan yang membentang dari wilayah Dimona di Gurun al-Naqab hingga pesisir Askalan.

Tak lama berselang, serangan mulai bergeser ke wilayah tengah, termasuk Tel Aviv. Iran tercatat meluncurkan setidaknya empat gelombang rudal balistik dengan jeda waktu sekitar 30 menit setiap peluncurannya. Puncaknya terjadi antara pukul 07.45 hingga 10.00 pagi, di mana langit Israel dipenuhi jejak intersepsi rudal.

“Operasi militer ketiga ini adalah bentuk komitmen kami dalam Pertempuran Jihad Suci. Kami menargetkan sasaran sensitif di wilayah pendudukan sebagai tugas agama dan kemanusiaan untuk mendukung garis depan perlawanan di Palestina dan Lebanon,” tegas Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, dalam pernyataan resminya.

Korban Jiwa dan Kerusakan di Lokasi Vital

Dampak serangan ini dilaporkan cukup meluas. Otoritas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Israel mengonfirmasi setidaknya 20 lokasi terdampak ledakan atau jatuhnya serpihan rudal. Di wilayah Bnei Brak, situasi dilaporkan cukup parah dengan jatuhnya korban luka dari kalangan warga sipil.

Data medis sementara menunjukkan sedikitnya 25 orang terluka di seluruh penjuru negeri. Kondisi paling kritis dialami oleh dua orang anak, masing-masing laki-laki berusia 10 tahun dan perempuan berusia 11 tahun, yang terkena pecahan peluru. Sementara itu, laporan dari Channel 12 News menyebutkan adanya proyektil yang jatuh di dekat kantor cabang Kedutaan Besar Amerika Serikat di Tel Aviv.

Penggunaan munisi tandan oleh Iran pada gelombang serangan pagi hari juga memicu kekhawatiran besar. Hal ini mengingat daya sebar serpihannya yang membahayakan area pemukiman padat penduduk.

Aliansi Strategis “Poros Perlawanan”

Serangan ini bukan sekadar insiden sporadis. Pihak Houthi (YAF) secara terbuka menyatakan operasi hari ini merupakan hasil koordinasi langsung dengan Teheran dan Hizbullah. Langkah ini merupakan respons kolektif atas operasi militer Israel yang terus berlanjut di Gaza, Lebanon, dan wilayah Irak.

Pihak Angkatan Bersenjata Yaman memberikan peringatan keras, mereka tidak akan berhenti sampai blokade terhadap Palestina dicabut.

“Eskalasi hanya akan dijawab dengan eskalasi yang lebih kuat. Operasi kami akan terus berlangsung hingga agresi berhenti sepenuhnya,” tambah Yahya Saree.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here