Korban Gempa Nepal Terancam Musim Hujan

0
120

NEPAL – Misi kemanusian di Nepal mulai diarahkan dengan konsentrasi di tingkat kabupaten. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan korban gempa yang rumah-rumahnya rusak menghadapi musim hujan yang akan diperkirakan datang dalam dua minggu lagi.

Demikian laporan UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA), Kantor PBB yang mengkoordinasikan bantuan kemanusiaan, dari Nepal, Kamis (21/5/2015). 

Disebutkan, untuk menghadapi situasi ini, pengiriman logistik mencapai desa-desa terpencil adalah prioritas utama. Bantuan itu harus dipastikan diterima sebelum musim hujan tiba.

Kementerian Dalam Negeri Nepal, Kamis, (21/05/2015) Pukul 9.30 waktu setempat, melaporkan, akibat gempa Jumat (24/4/2015) lalu dan gempa-gempa susulannya telah menyebabkan total 494.717 rumah hancur dan 267.373 rumah rusak. Sedangkan jumlah korban tewas meningkat sedikit dibandingkan dengan periode pelaporan terakhir untuk 8631 orang (4.750 perempuan, 3.867 laki-laki; 14 mayat belum teridentifikasi). Data ini sudah termasuk 154 orang tewas dalam gempa bumi (12/05/2015).

Pada tanggal 19 Mei 2015, OCHA di Area di Gorkha mengunjungi masyarakat pedesaan di Kabupaten Dhading sembari menyalurkan bantuan. Pemerintah setempat menyatakan, mereka memerlukan layanan pendidikan untuk anak-anak dan upaya menghilangkan trauma mereka.

The Education Cluster melaporkan diperkirakan 870.000 anak usia 3 sampai 18 tahun akan mulai sekolah (31/05/2015). Sementara masih Ribuan lainnya membutuhkan dukungan untuk mengakses layanan pendidikan, karena sekolah yang hancur.

Gempa bumi di Nepal menghancurkan lebih dari 25.000 ruang kelas. Sekitar 10.000 ruang kelas membutuhkanperbaikan. Selain berdampak pada fasilitas dan bangunan, anak-anak dan guru mereka memerlukan dukungan psikososial. Mereka membutuhkan sekolah darurat.

Untuk mendukung Pemerintah, The Education Cluster meneliti 7.800 sekolah yang rusak, membangun 4.500 Pusat Belajar Sementara, dan memberikan pelatihan untuk 16.000 guru tentang kesehatan dan perlindungan anak.

Pembongkaran bangunan yang rusak dan menata puing-puing merupakan tantangan yang signifikan, terutama di Charikot (Dolakha District). Alat berat tidak dapat diangkut ke beberapa daerah yang jalannya hancur dan rusak karena gempa.

Pada tanggal 21 Mei, anggota OCHA berkumpul di Jenewa membahsa situasi kemanusiaan dan respon berikutnya untuk korban gempa Nepal. Dalam pertemuan ini disepakati OCHA akan menjangkau kawasan yang terpencil yang masih terisolasi.

Advertisement div class="td-visible-desktop">

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here