BANDUNG – Disaat banyak orang merayakan Idul Fitri dengan suka cita, Maman Suparman seorang kakek berusia 70 tahun harus ikhlas menjalani lebaran di posko karena tak memiliki rumah.
Sebelas bulan sudah ia tinggal di Posko Kebon Jeruk, Bandung setelah tempat usaha sekaligus tempat tinggalnya, terkena penertiban PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bandung, dan ini kali pertama ia menjalani lebaran di posko.
“Baru mengalami hal seperti ini, tidak diduga-duga. Mulai mengenal lebaran baru pertama kali mengalami hal seperti ini,” kata Abah, panggilan akrab Maman Suparman, Senin (26/6/2017).
Kakek 16 cucu ini mengaku telah berjualan di Kebon Jeruk bersama istrinya selama 37 tahun. Dia pindah ke tenda posko setelah rumahnya digusur sebelas bulan lalu.
“Dari dulu sudah jualan gorengan. Kalau dulu masih ada tempat tidur yang nyaman walaupun kecil. Berjualan dari tahun 1980,” ujar Abah dengan mata berkaca-kaca.
Ia mengisahkan jika sebelum digusur jualan gorengannya bisa ditaruh ke warung yang lain. Sementara saat ini yang beli sudah sedikit. “Dulu bisa habis 4 kilo, kalau sekarang setengah kilo tidak habis,” ujarnya.
Meskipun ia memiliki anak, namun Abah mengaku tak tega menumpang tinggal mengontrak dan menumpang di rumah mertuanya.
Ia hanya berharap apa yang dialaminya tak dialami anak cucunya.
Terkait bantuan dari pemerintah, Abah mengaku belum pernah didatangi oleh pemimpin di Jawa Barat. “Pemimpin yang terendah seperti dari kelurahan hingga di atas. Ada juga yang datang untuk membongkar tenda disini,” pungkasnya, dikutip Tribun Jabar.




