DHAKA–Bencana longsor karena hujan lebat di tenggara Bangladeh telah menewaskan 134 orang. Bencana ini merupakan lanjutan dari topan yang melanda pesisir pantai Bangladesh beberapa pekan lalu.
AFP melaporkan, Rabu (14/6/2017) wilayah terpencil Rangamati menjadi kawasan paling terdampak longsor yang terjadi dini hari itu. Di lokasi ini, setidaknya 98 orang tewas. Kebanyakan korban adalah warga miskin yang tinggal di perbukitan.
Administrator distrik Rangamati, Manzurul Mannan mengatakan, jumlah korban tewas sangat mungkin terus meningkat. Selain di Rangamati, 30 orang lain yang tewas adalah warga Chittagong, dan 6 lainnya di Distrik Bandarban.
Tim penyelamat masih berusaha menjangkau beberapa daerah yang terkena dampak di mana hubungan telepon dan transportasi terganggu. Hujan monsun terakhir terjadi hanya dua minggu setelah Siklon Mora menyapu pantai Bangladesh dan menyebabkan kerusakan parah kamp-kamp pengungsian yang menampung ratusan ribu pengungsi Rohingya.
Mohammad Anam, seorang pemimpin masyarakat Rohingya, mengatakan kepada AFP bahwa hujan terbaru memperburuk kondisi setelah topan yang merusak itu. “Kita hidup dalam ketakutan akan bencana tanah longsor,” katanya.




