JAKARTA-Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorum Niam turut mendampingi siswa SMP berinisial IA yang menjadi korban prostitusi online untuk kaum saat diperiksa di Bareskrim Polri, Selasa (30/8/2016).
“Iya tadi turut dampingi korban dalam pemeriksaan,” kata Asrorun seperti diberitakan RM, Rabu (31/8).
Tetapi, Asrorun enggan menjelaskan lebih jauh terkait terbongkarnya prostitusi online anak untuk kaum yang ditawarkan melalui jejaring Facebook tersebut. Dia hanya mengatakan bahwa besok dirinya akan kembali dalam konferensi pers bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise.
“Besok saja sore saya kembali, sama bu Menteri,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Subdit Cyber Crime Bareskrim Polri menangkap mucikari berinisial AR dan korban di sebuah Hotel di Cipayung, Megamendung, Kabupaten Bogor, Selasa petang.‎
“Penangkapan di KM 5, Cipayung Jalan Raya Puncak di sebuah hotel. Tersangka AR sudah ditangkap dan korban yang diamankan ada tujuh,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar.
Boy mengatakan terbongkarnya prostitusi online untuk kaum hasil patroli siber terhadap akun-akun di Facebook. Kemudian ditemukan akun yang menawarkan perdagangan anak untuk kaum homoseksual.





