IRAN – Lebih dari 140 orang telah tewas di Iran dan Irak dan lebih dari seribu orang terluka saat gempa berkekuatan 7.3-melanda wilayah perbatasan kedua negara tersebut.
Deputi Gubernur Kermanshah mengatakan 129 orang tewas di provinsi tersebut dan jumlah korban luka telah melampaui 900 orang.
Mojtaba Nikkerdar menambahkan, bahwa jumlah pasti korban tewas belum bisa diumumkan, “Masih ada orang-orang di bawah reruntuhan. Kami berharap jumlah korban tewas dan luka tidak akan naik terlalu banyak, tapi akan meningkat. ” tambahnya, dilansir Press TV.
Provinsi ini telah mengumumkan tiga hari berkabung. Menurut Survei Geologi AS (USGS), pusat gempa tersebut berjarak sekitar 103 kilometer tenggara kota Sulaymaniyah Kurdi Irak, dan 31 kilometer di luar kota Halabja, Irak timur.
Di Irak, kerusakan paling luas terjadi di kota Darbandikhan, 75 kilometer sebelah timur kota Sulaimaniyah di Daerah Kurdistan semi-otonom, dan di Iran Sarpol-e Zahab dan Kermanshah diterjang gempa paling kencang.
Menurut Menteri Kesehatan Kurdi, Rekam Hama Rasheed, lebih dari 30 orang terluka di kota tersebut. “Situasinya sangat kritis,” tambahnya.





