Korut, Paceklik di Tengah Unjukgigi Nuklir

SULIT membayangkan, Korea Utara dengan uji-uji coba rudal balistik antarbenua dan ancaman kekuatan nuklirnya yang mampu menggentarkan Korea Selatan, Jepang, bahkan AS, terancam kelaparan.

Program Pangan Dunia (WFP) dalam laporannya baru-baru ini menyebutkan, gagal panen akibat musim kering panjang sejak awal 2019 menyebabkan sekitar 10 juta dari seluruhnya 25 juta penduduk Korut kelangkaan pangan.

Gagal panen akibat kemarau panjang tahun ini, menurut WFP adalah yang terburuk sejak satu dekade terakhir ini, begitu pula Palang Merah Internasional yang mengingatkan,cuaca ekstrim tersebut dikhawatirkan mengganggu musim panen mendatang.

Korsel, tetangga dari bangsa serumpun yang masih dalam status perang sejak Perang Korea yang berakhir pada 1953 lalu yang biasanya cawe-cawe membantu, terkendala ketegangan politik pasca-ujicoba rudal Korut pekan lalu.

Korut kembali berulah melanjutkan ujicoba rudalnya dengan dalih AS tetap melanjutkan sanksi embargo ekonomi terhadapnya pasca pertemuan yang gagal antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korut Kim Jong-un di Hanoi Februari lalu.

KTT antara Trump dan Kim yang semula merupakan kesempatan emas dan diharapkan dunia dapat mewujudkan perdamaian di Semenjung Korea itu ternyata tidak membuahkan apa-apa, karena kedua belah pihak tetap bertahan pada posisi masing-masing.

Korut   pernah mengalami tragedi kelaparan yang merenggut nyawa sekitar satu juta penduduknya pada dekade 1990-an dan sejumlah laporan menyebutkan, ada penduduk yang bahkan memasak rumput atau kulit pohon untuk sekedar mengganjal perut.

Kantor Berita Korut KCNA (16/5) dalam laporannya mengakui, terjadi curah hujan terendah sepanjang tahun ini sejak 1982, sedangkan harian  Rodong Sinmun menyebutkan, Korut harus mengerahkan pompa-pompa air dan irigasi untuk menyelamatkan panen dari kemarau yang akan berlangsung hingga Mei.

Sebenarnya, Presiden Korsel Moon Jae-in tetap mengupayakan bantuan bagi tetangganya itu, namun Presiden Trump yang semula juga ikut mendukung prakarsa Moon ragu setelah Korut melakukan lagi ujicoba nuklirnya.

Pilihan ada di tangan para pemimpin Korut, melanjutkan ujicoba rudal atau nuklirnya untuk mengancam musuh-musuhnya atau menyelamat-kan rakyatnya dari ancaman kelaparan. (AP/Reuters/NS)

 

 

 

 

Advertisement