Krisis Venezuela, Setiap Hari 5.000 Warga Mengungsi

Aksi protes di caracas dan kota-kota lainnya menentang kepemimpinan Presiden Venezuela Nicolas Maduro terus berlangsung (nileintl.com)

VENEZUELA – Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan hampir 5.000 orang meninggalkan Venezuela setiap hari, yang tengah dilanda krisis kepresidenan.

Joung-ah Ghedini-Williams, juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), mengatakan pada konferensi pers di markas PBB pada Rabu (30/1/2019)  bahwa warga Venezuela meninggalkan negara itu karena “ketidakstabilan dan ketidakpastian” di tengah krisis kepresidenan.

“Brasil, Kolombia, Ekuador, dan Peru masih menjadi negara yang menerima jumlah terbesar pengungsi Venezuela,” kata Ghedini-Williams, dilansir Anadolu.

Data UNHCR menunjukkan bahwa 3 juta rakyat Venezuela telah meninggalkan negara itu sejak 2015.

Pekan lalu, Juan Guaido, pemimpin Majelis Nasional Venezuela yang dipimpin oposisi, menyatakan dirinya sebagai presiden, sebuah langkah yang segera didukung oleh Presiden AS Donald Trump, Kanada dan sebagian besar negara Amerika Latin.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro dengan cepat membalas, memutuskan hubungan diplomatik dengan Washington dan menuduh AS mengatur kudeta terhadap pemerintahnya.

Venezuela telah diguncang oleh protes sejak 10 Januari, ketika Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua setelah pemungutan suara yang diboikot oleh oposisi.

Advertisement