CARACAS-Sepeninggalnya Venezuela Hugo Chavez akibat kanker tahun 2013 lalu, krisis politik dan ekonomi di Venezuela mengeskalasi.
Pengganti Chavez, Nicolas Maduro, tak mampu mengelola negara dengan baik sehingga ekonomi negara kaya minyak tersebut semakin hancur.
Dalam laporan Guardian ,Rabu (25/5) warga Venezuela kini terpaksa mengkonsumsi makanan anjing karena harga daging terlalu mahal.
Persediaan daging yang hanya sedikit, namun permintaan banyak membuat harga asupan yang tinggi protein tersebut menjadis mahal. Sejak Maduro menjadi pemimpin Venezuela, inflasi di negara sosialis tersebut terus meningkat, yang membuat banyak warga Venezuela tak mampu lagi membeli daging, susu dan kacang-kacangan yang harganya kini sangat mahal itu. Padahal, dari sanalah sumber protein didapat.
Warga pun hanya mengandalkan makanan karbohidrat tinggi yang nilai gizinya tak ada, seperti pasta dan nasi. Harga kedua bahan pokok tersebut sangat murah karena disubsidi pemerintah.
Juan González (55) , seorang warga Caracas mengatakan bahwa sebelum krisis, dia biasa membeli daging steak untuk dirinya dan keluarga, sedangkan paru-paru sapi untuk anjingnya. Akibat krisis, dia sekarang membeli paru-paru sapi untuk keluarga, bukan lagi untuk anjingnya. “Sekarang kami makan paru-paru sapi karena tak mampu beli daging,” ujar Juan yang bekerja sebagai tukang reparasi .
Untuk diketahui, di banyak negara jeroan hewan tak dikonsumsi manusia, tetapi untuk hewan peliharaan.
Menanggapi menipisnya stok makanan di negaranya, pemerintah Venezuela mengatakan bahwa semua hal tersebut terjadi akibat aksi yang dilakukan kelompok sayap kanan, yang selama ini menjadi oposisi di negara tersebut.
Menurut Presiden Nicolas Maduro, upaya kelompok kanan yang ingin melengserkannya akan semakin membuat Venezuea tak stabil. Dia pun meminta warga untuk mengantisipasi destabilisasi yang dipicu “perang” oleh kelompok oposisi tersebut dengan melakukan swatani atau bercocok tanam di kebun sendiri. Selain itu, dia juga meminta warga untuk memelihara ayam di rumah mereka. Untuk keperluan ini, Maduro resmi mendiirkan Kementrian Pertanian Kota. Lembaga ini dibentuk karena 80 persen warga Venezuela tinggal di perkotaan. Oleh karena itu, adanya kementrian pertanian kota diharapkan bisa memfasilitasi warga untuk bertani dan memelihara ternak di rumah mereka.
Seperti diketahui, saat ini Venezuela sedang dalam masa darurat setelah Presiden Maduro menerapkan status tersebut dua pekan lalu setelah demonstran dan kelompok oposisi mendesaknya mundur dan segera menggelar referendum, yang ditolak “anak kesayangan” Chavez tersebut. Kondisi darurat tersebut akan berlangsung sampai bulan Juli mendatang, dan ada kemungkinan itu diperpanjang.
Partai oposisi menilai Maduro sekarang ini sedang kebakaran jenggot dengan menerapkan kondisi negara dalam keadaan darurat. Anggota DPR dari partai oposisi Tomas Guanipa mengatakan, kebijakan Maduro yang menerapkan sttaus negara dalam darurat tersebut telah menyalahi konstitusi. “Maduro kembali melakukan pelanggaran konstitusi. Mengapa Karena dia saat ini sangat takut dilengserkan,” ujar Guanipa .





