Kualitas Udara Jakarta Kamis Pagi Terburuk Ketiga Dunia

Ilustrasi polusi udara. (Foto: freepik)

JAKARTA – Kualitas udara di Jakarta pada Kamis (27/6/2024) pagi, tercatat tidak sehat bagi kelompok sensitif dan menempati peringkat ketiga sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Menurut data dari situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.40 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di urutan ketiga dengan angka 151.

Ini termasuk dalam kategori tidak sehat dengan polusi udara PM2,5 dan nilai konsentrasi 54,5 mikrogram per meter kubik.

Angka ini menunjukkan bahwa kualitas udara tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat merugikan manusia, hewan, serta dapat menyebabkan kerusakan pada tumbuhan dan nilai estetika.

Kategori baik memiliki rentang PM2,5 sebesar 0-50. Kualitas udaranya tidak memberikan efek pada kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan, atau nilai estetika.

Kategori sedang memiliki rentang PM2,5 sebesar 51-100. Kualitas udaranya tidak berpengaruh pada kesehatan manusia atau hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan sensitif dan nilai estetika.

Kategori sangat tidak sehat memiliki rentang PM2,5 sebesar 200-299. Kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada beberapa segmen populasi yang terpapar.

Kategori berbahaya memiliki rentang 300-500, di mana kualitas udaranya dapat menyebabkan dampak kesehatan serius pada populasi.

Kota dengan kualitas udara terburuk pertama adalah Kinshasa, Kongo-Kinshasa dengan angka 218, diikuti Lahore, Pakistan dengan angka 156, Lima, Peru di angka 126, Delhi, India di angka 122, Accra.

Kemudian, Ghana di angka 117, Santiago, Cile di angka 116, Dhaka, Bangladesh di angka 111, Kota Medan, Indonesia di angka 107, dan Manama, Bahrain di angka 99.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta telah meningkatkan jumlah Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) untuk mengidentifikasi sumber polusi udara di Jakarta sehingga penanganan masalah tersebut bisa lebih optimal.

“Kami optimis dapat terus memperbaiki kualitas udara demi kesehatan dan kenyamanan seluruh warga Jakarta,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here