
JAKARTA, KBKNews.id – Emiten milik keluarga Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), mencatatkan performa keuangan yang impresif sepanjang tahun buku 2025. Meski menghadapi dinamika pasar yang menantang, perusahaan berhasil mengamankan pertumbuhan laba bersih yang signifikan, sekaligus memperkuat struktur permodalan mereka.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, BNBR sukses meraup laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp493,8 miliar. Angka ini menunjukkan kenaikan tajam sebesar 50,7% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang berada di level Rp327,5 miliar. Kenaikan ini menjadi sinyal positif bagi para pemegang saham di tengah upaya perusahaan mengoptimalkan efisiensi internal.
Efisiensi Beban di Tengah Penurunan Pendapatan
Menariknya, lonjakan laba bersih ini diraih saat pendapatan bersih perseroan justru mengalami sedikit koreksi. BNBR melaporkan total pendapatan sebesar Rp3,74 triliun, atau menyusut tipis 3,3% dari capaian tahun 2024 yang sebesar Rp3,87 triliun.
Untuk menjaga keseimbangan, manajemen tampak melakukan penghematan pada sisi biaya. Beban pokok pendapatan berhasil ditekan menjadi Rp2,9 triliun dari sebelumnya Rp3 triliun. Hal serupa terlihat pada beban penjualan yang turun menjadi Rp130,13 miliar.
Namun, tantangan muncul pada pos beban usaha yang membengkak menjadi Rp627,5 miliar. Peningkatan beban usaha ini memberikan tekanan pada laba usaha yang terkoreksi menjadi Rp116,8 miliar, turun dari posisi Rp282,8 miliar di tahun sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan adanya tantangan pada profitabilitas dari aktivitas operasional harian.
Lonjakan Aset dan Penguatan Ekuitas
Di balik dinamika operasional tersebut, posisi keuangan BNBR menunjukkan perubahan skala yang sangat masif. Total aset perusahaan dilaporkan melonjak drastis menjadi Rp23,56 triliun pada akhir 2025, melompat jauh dari posisi akhir 2024 yang hanya sebesar Rp6,83 triliun.
Peningkatan aset ini diikuti dengan kenaikan nilai kewajiban atau liabilitas yang mencapai Rp18,89 triliun, meningkat dari angka Rp2,91 triliun pada periode sebelumnya. Meski utang meningkat, fondasi modal perusahaan terlihat semakin kokoh. Hal ini tercermin dari total ekuitas BNBR yang tumbuh menjadi Rp4,67 triliun, naik dari posisi Rp3,91 triliun.
Optimisme Tahun Berjalan
Secara keseluruhan, laba bersih tahun berjalan perusahaan melonjak hampir 50% hingga menyentuh angka Rp502,7 miliar. Pertumbuhan laba yang melampaui pertumbuhan pendapatan ini mengindikasikan BNBR berhasil memanfaatkan pos-pos non-operasional atau strategi finansial lainnya untuk mendongkrak keuntungan bagi para pemegang saham.
Dengan posisi aset yang semakin besar dan ekuitas yang menguat, BNBR kini berada dalam posisi strategis untuk melanjutkan ekspansi bisnisnya di tahun-tahun mendatang, meski efisiensi biaya operasional tetap menjadi catatan penting untuk menjaga keberlanjutan profitabilitas ke depan.



