TANGSEL (KBK) – Kedamaian kampung Babakan pagi itu tiba-tiba pecah. Sebuah mobil pajero hitam melaju cepat di jalan kampung yang lebarnya tak lebih dari dua meter. Mobil tersebut lalu secara mendadak berhenti di empat petak rumah kontrakan kemudian turun beberapa pria menenteng laras panjang berpakaian preman.
Tak lama baku tembak pun terdengar nyaring. “Tadinya saya mau marah orang bawa mobil ngebut di gang, ternyata itu polisi berpakaian preman sambil bawa senjata,” Kata Agus warga RT 002, RW 01 Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten yang rumahnya tak jauh dari rumah kontrakan yang ditinggali pelaku terduga teroris.
Menurut Agus terduga teroris yang tinggal di kontrakan tersebut berjumlah tiga orang, namun sejak pagi bertambah lagi satu orang dengan mengenaka seragam ojek online.
“Mereka orang baru, setahu saya baru tinggal seminggua di sana. Kalau sama tetangga sih biasa aja tidak ada yang aneh tapi secara pribadi hati kecil saya mengatakan ada yang tidak beres,” ujar Agus kepada KBK, Rabu (21/12/2016).
Kegelisahan Agus ternyata benar, suasana kampungnya yang biasanya adem ayem tiba-tiba berubah menjadi medan perang. Dikatakan Agus setelah para polisi turun langsung terdengar rentetan senjata laras panjang hingga lebih dari 20 kali. Baku tembak terjadi hingga 15 menit dan ditutup oleh beberapa kali letupan senjata laras pendek.
“Dari situ tidak ada letupan lagi. Yang ada warga langsung berkumpul ingin melihat,” tambahnya.
Dari pantauam KBK di lokasi kejadian hingga pukul 14.30 sudah ada 4 kali ledakan sebagai bentuk upaya pihak kepolisian menjinakan bom. Ledakan pertama terjadipadapagi hari lalu ledakan kedua meledak pukul 12.22. Suara ledakan terdengar lagi pukul 13.35 dan ledakan ke empat terjadi pukul 14.05.





