Salah Satu Teroris di Tangsel Berprofesi Penjual Bubur

Ilustrasi evakuasi teroris yang berhasil ditembak mati pada penggerebekan di Tangsel tahun 2014/ Foto: Antara

JAKARTA – Kabag Mitra Biro Penmas Divisi Humas Mabes Polri Kombes Awi Setiyono mengatakan satu dari tiga teroris di Setu Babakan, Tangerang Selatan yang ditembak polisi  berprofesi sebagai tukang bubur.

“Helmi penjual nasi bubur di Tasik,” ujarnya  saat jumpa pers di  Jalan Trunojoyo, Kebayoran, Jakarta Selatan, Rabu (21/12/2016), sebagaimana dilansir Elshinta.com.

Sedangkan teroris lainnya,   Omen merupakan residivis dalam kasus pembunuhan. Dia bisa masuk dalam jaringan ini karena direkrut Ovi yang tak lain merupakan pelaku bom Kedubes Myanmar tahun 2013.

Awal penggerebekan terjadi setelah penangkapan satu orang terduga teroris atas nama Adam di Jalan Raya Serpong, Tangsel, pagi tadi. Adam menjelaskan bom rencananya akan diledakkan di Pos Lantas setelah mereka melakukan penusukan terhadap anggota.

Densus lalu menggerebek lokasi kontrakan yang menjadi tempat penyimpanan bom dan persembunyian tiga orang teroris. Ketiganya adalah Omen, Helmi, dan Irwan. Mereka ditembak karena melakukan perlawanan dengan melempar bom ke arah petugas.

Diketahui kelompok ini merupakan bagian dari otak bom Thamrin, Bahrun Naim (BN). Bahrun Naim berafilasi dengan kelompok Jamaah Anshar Daulah (JAD). “Kelompok JAD. Berafiliasi ke BN,” tambahnya.

 

Advertisement