Jakarta, KBKNews.id – Asap tebal dan cahaya merah yang memantul dari jendela lantai atas menjadi pemandangan mencekam di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Desember 2025 . Gedung yang biasanya ramai aktivitas itu mendadak berubah menjadi ruang penuh kepanikan pada siang yang mestinya biasa.
Dalam hitungan menit, api membesar, menjalar, dan memerangkap mereka yang berada di dalamnya. Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan kobaran api, sementara kabar duka kembali menyeruak. Diduga belasan orang menjadi korban dalam insiden tersebut.
Tragedi seperti ini selalu mengingatkan kita, kebakaran di gedung bertingkat bukan hanya persoalan api, tetapi juga soal waktu, kepanikan, dan ketidaksiapan. Namun di balik kejadian yang memilukan ini, kita perlu belajar, adakah langkah yang bisa dilakukan ketika seseorang terjebak di dalam gedung yang tengah terbakar?
Jawabannya ada dan langkah-langkah itu sangat mungkin menyelamatkan nyawa.
Tetap Tenang Jadi Napas Pertama Menuju Keselamatan
Dalam kondisi genting, kepala dingin adalah penyelamat pertama. Kepala BPBD Kota Tangerang, Maryono Hasan, pernah mengingatkan, panik hanya membuat seseorang kehilangan kemampuan berpikir jernih. Kebakaran adalah situasi yang bergerak cepat, tetapi satu detik yang dipakai untuk menenangkan diri bisa menjadi penentu langkah berikutnya.
Saat asap mulai masuk ke ruangan, segera carilah posisi rendah. Asap panas cenderung naik ke atas, sementara oksigen tersisa di bagian bawah ruangan. Dengan merunduk atau merangkak, peluang untuk bernapas lebih lega. Peluang bisa berpikir lebih jernih menjadi lebih besar.
Tangga Darurat adalah Jalan Hidup
Sebelum memasuki gedung bertingkat, kebanyakan dari kita tak pernah berpikir untuk mencari tahu letak tangga darurat. Padahal, seperti yang ditegaskan Maryono Hasan, informasi itu bisa menjadi garis hidup ketika bencana datang tanpa aba-aba.
Jika alarm kebakaran berbunyi atau tanda bahaya terlihat, segera arahkan diri menuju tangga darurat. Ikuti tanda EXIT yang biasanya tetap menyala meski listrik padam.
Tangga darurat dirancang sebagai jalur aman, bebas dari percikan listrik, bebas dari potensi terjebak, dan jauh lebih dapat diandalkan dibanding lift.
Lift justru larangan mutlak saat terjadi kebakaran. Listrik bisa padam kapan saja, pintu bisa terkunci, dan ruang lift bisa berubah menjadi perangkap asap.
Tak Bisa Keluar maka Cari Jendela Terluar
Ada kalanya api telah mengepung pintu keluar. Dalam kondisi seperti ini, dekati jendela terluar. Bukan untuk melompat, karena itu sangat berbahaya, tetapi untuk mencari udara segar dan memberi sinyal kepada petugas penyelamat.
Di titik ini, udara luar membantu Anda tetap sadar dan mengurangi paparan asap.
Selanjutnya, segera hubungi layanan darurat. Sampaikan lokasi sedetail mungkin mulai dari lantai, ruangan, arah jendela, atau ciri-ciri ruang. Informasi sekecil apa pun sangat membantu tim penyelamat menavigasi keadaan darurat.
Jika Menemukan Titik Api, Lakukan Prosedur Dasar
Di banyak gedung perkantoran, tersedia panel hydrant dengan kaca bertanda ‘Break Glass Here’. Pecahkan kaca tersebut untuk menyalakan alarm kebakaran dan menginformasikan seluruh lantai bahwa bahaya sedang terjadi.
Setelah itu, hubungi keamanan gedung. Jika api masih kecil, gunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Tapi jika api sudah membesar atau asap terlalu tebal, segera tinggalkan ruangan, tutup pintu rapat-rapat agar api tidak cepat menyebar, dan mulai proses evakuasi melalui tangga darurat.
Saat Alarm Berbunyi, Dengarkan Instruksi dan Bergerak Cepat
Alarm kebakaran dirancang untuk memberi waktu, bukan untuk menakutkan. Saat suaranya terdengar terus-menerus maka yang dapat dilakukan di antaranya tetap tenang, matikan semua alat listrik, ambil dokumen penting jika masih dalam jangkauan, dengarkan instruksi dari pengeras suara.
Jika situasi semakin memburuk dan api tak dapat dikendalikan, segera tinggalkan ruangan melalui tangga darurat dan jangan pernah kembali untuk mengambil barang-barang yang tertinggal. Prioritas utama hanyalah satu, keselamatan.
Prosedur Evakuasi yang Benar
Sebuah evakuasi yang berhasil selalu bergantung pada ketertiban. Ketika memasuki tangga darurat maka berjalanlah cepat namun tidak berdesakan. Selain itu, beri ruang bagi orang dari lantai bawah yang turut masuk ke dalam jalur. Lanjutkan turun hingga titik kumpul yang ditentukan. Terakhir tunggulah instruksi resmi sebelum kembali ke dalam gedung.
Titik kumpul adalah tempat untuk memastikan semua orang selamat dan tidak ada yang tertinggal di dalam.





