Lapas kelebihan Kapasitas, Narapidana Tidur Sambil Berdiri

foto : Ilustrasi
MANILA–Di dalam penjara ini, para tahanan dan narapidana terpaksa hidup berdesakan. Untuk tidur pun hanya beralaskan lantai beton. Bahkan tak sedikit yang terpaksa tidur sambil duduk atau berdiri. Itu lah dia potret dari Lapas di Quezon City Filiphina yang kini menampung 3.800 orang tahanan atau hampir lima kali lipat dari kapasitas maksimalnya.
 
“Banyak yang menjadi gila. Mereka tak bisa berpikir. Tempat ini begitu penuh. Hanya dengan sedikit gerakan maka kami akan menyenggol sesuatu atau seseorang,” kata Mario Dimaculangan, narapidana yang paling lama menghuni penjara itu beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari Liputan6, Senin (1/8/2016).
 
Direktur Eksekutif Pusat Informasi HAM Filipina (PhilRights) Dr Nymia Pimentel Simbulan mengatakan, kondisi mengenaskan ini juga terjadi di hampir semua lapas di negeri kepulauan itu.
“Kondisi semacam ini terjadi di berbagai lapas di kabupaten dan kota di seluruh negeri termasuk lapas yang dikelola pemerintah pusat,” ujar Simbulan.
 
Di lapas Quezon City, satu kamar mandi digunakan lebih dari 130 orang.Menurut laporan Komisi HAM pada April 2015, di lapas-lapas Filipina nyaris tak tersedia toilet atau toilet yang ada dalam kondisi sangat buruk.Kondisi sanitasi yang buruk berujung pada kondisi lingkungan yang tak higienis yang berujung pada munculnya berbagai penyakit seperti TBC, infeksi kulit, diare dan berbagai penyakit lainnya. Masalah lain adalah ketegangan di antara para narapidana yang berdesakan itu kerap berujung kekerasan dan penyiksaan.
“Kelebihan populasi adalah masalah besar. sama seperti makanan, situasi kurang bersih dan minimnya fasilitas membuat mreka hidup menderita,” tambah Simbulan.
Advertisement