CIREBON-Menjelang Idul Fitri, atau awal Juli mendatang PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) cabang Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, akan merumahkan sekitar 100 karyawan outsourcing.
Keputusan tersebut terpaksa dilakukan menyusul penghentian bongkar muat batubara di Pelabuhan Cirebon sejak Maret 2016 lalu.
Penghentian bongkar muat batubara itu juga mengimbas pada ratusan buruh di pelabuhan itu yang sehari-hari menggantungkan hidup dari aktivitas bongkar muat.
“Rencananya awal Juli nanti semua karyawan outsourcing akan kita rumahkan,” kata Asisten GM Pengendalian Kinerja dan PFSO PT Pelindo II Cabang Pelabuhan Cirebon, Iman Wahyu, Kamis (19/5) seperti dilansir PR Online.
Ia menyebut, ada sekitar 100 tenaga kerja kontrak di PT Pelindo II cabang Pelabuhan Cirebon, dimana sebagian besar dari mereka bekerja di bagian administrasi dan tenaga keamanan, dan merupakan warga yang bermukim di sekitar Pelabuhan Cirebon.
Pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut, lanjut Iman, harus dilakukan Pelindo karena sejak aktivitas bongkar muat batubara di Pelabuhan Cirebon telah ditutup sejak Maret 2016, Pelindo tidak lagi mendapatkan pemasukan karena aktivitas bongkar muat batubara itu menyumbang 80% bagi pendapatan Pelindo II cabang Pelabuhan Cirebon.
“Karena tidak ada pemasukan lagi sejak bongkar muat batubara ditutup, kami harus nombok untuk membayar honor mereka,” jelas Iman.
Ia menyebut, honor ke-100 tenaga outsourcing itu per bulan mencapai Rp1,4 miliar.
Tetapi Imam mengatakan, karena PHK dilakukan menjelang Lebaran, pihaknya tetap akan memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada ke-100 karyawan outsourcing itu.





