Lebih dari 4.000 Anak Tewas, PBB Sebut Gaza jadi Kuburan Massal Anak-anak

Ilustrasi Warga Palestina membawa seorang anak laki-laki yang terluka ketika warga Palestina bentrok dengan tentara Israel dalam demonstrasi "Great March of Return" di Kamp Pengungsi Al Bureij, Gaza City, Gaza pada 17 April , 2018. (Hassan Jedi - Anadolu Agency)

GAZA – Kementerian Kesehatan di daerah kantong yang dikuasai Hamas mengatakan setidaknya 10.022 orang di Gaza telah terbunuh, termasuk 4.104 anak-anak.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan Gaza menjadi kuburan bagi anak-anak.

“Operasi darat oleh Pasukan Pertahanan Israel dan pemboman yang terus berlanjut menghantam warga sipil, rumah sakit, kamp pengungsi, masjid, gereja dan fasilitas PBB – termasuk tempat penampungan. Tidak ada yang aman,” kata Guterres kepada wartawan, Senin (6/11), dikutip Reuters.

“Pada saat yang sama, Hamas dan militan lainnya menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia dan terus meluncurkan roket tanpa pandang bulu ke arah Israel,” katanya, menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat semua sandera.

Kementerian Kesehatan di daerah kantong yang dikuasai Hamas mengatakan setidaknya 10.022 orang di Gaza telah terbunuh, termasuk 4.104 anak-anak.

“Gaza menjadi kuburan bagi anak-anak. Ratusan anak perempuan dan laki-laki dilaporkan terbunuh atau terluka setiap hari,” kata Guterres.

Organisasi-organisasi internasional mengatakan rumah sakit tidak dapat menangani korban luka dan makanan serta air bersih hampir habis dan pengiriman bantuan tidak mencukupi.

Guterres mengatakan 89 orang yang bekerja di badan pengungsi Palestina PBB (UNRWA) termasuk di antara korban tewas. UNRWA mengatakan lima rekannya telah terbunuh dalam 24 jam terakhir saja.

“Kita memerlukan gencatan senjata kemanusiaan segera. Sudah 30 hari berlalu. Cukup sudah. ​​Ini harus dihentikan sekarang,” katanya.

Advertisement