KABUL – Serangan bunuh diri di pusat pendaftaran pemilih di Kabul pada hari Minggu (22/4/2018) menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 54 lainnya.
ISIS telah mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu, melalui kantor berita AMAQ. Namun, AMAQ tidak memberikan rincian lebih lanjut atau bukti untuk mendukung laporannya.
Sebelumnya para pejabat mengatakan bahwa seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di luar pusat pendaftaran pemilih di ibukota Afghanistan Kabul pada hari Minggu, menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai lebih dari 20 orang.
Serangan itu menyusul beberapa minggu yang relatif tenang di Kabul. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Najib Danesh mengatakan seorang pembom berjalan kaki mendekati pusat tempat para pejabat telah mengeluarkan kartu identitas sebagai bagian dari proses mendaftarkan pemilih untuk pemilihan parlemen tahun ini.
Ashmat Stanekzai, seorang penasihat kepala polisi Kabul, mengatakan, seperti dilansir Al Arabiya, sedikitnya empat orang tewas dan lebih dari 20 orang cedera tetapi jumlah korban terakhir mungkin meningkat.
Pusat pendaftaran pemilih telah didirikan di seluruh Afghanistan menjelang pemilihan parlemen dan distrik yang lama tertunda karena diadakan pada bulan Oktober dan ada kekhawatiran serius bahwa militan mungkin menyerang mereka.
Ledakan hari Minggu terjadi di Dasht-e Barchi, daerah Kabul barat yang dihuni oleh banyak anggota minoritas terutama Hazara, yang telah berulang kali dilanda serangan yang diklaim oleh ISIS.





