Lembah Harau, Desa Konoha Versi Indonesia

Lembah Harau di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat. (Foto: Wikimedia Commons)

LIMA PULUH KOTA – Sumatra Barat (Sumbar) adalah salah satu provinsi yang kaya potensi pariwisata yang layak untuk dikunjungi. Contohnya, terdapat Jam Gadang di Bukittinggi dan Pantai Padang Nan Rancak Bana.

Meskipun destinasi wisata seperti Jam Gadang dan Pantai Padang Nan Rancak Bana sudah dikenal banyak wisatawan, ada banyak destinasi lain yang mungkin belum diketahui publik. Salah satunya adalah Lembah Harau.

Baru-baru ini, Lembah Harau menjadi topik hangat di media sosial karena kemiripannya dengan salah satu lokasi dalam anime dan komik Naruto, yaitu Konohagakure alias Desa Konoha.

Hal ini menarik perhatian banyak orang untuk mencari informasi lebih lanjut tentang Lembah Harau yang memang memiliki pesona luar biasa.

Lembah Harau terletak di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, sekitar 50 km dari Bukittinggi atau 1,5 jam perjalanan. Lembah Harau merupakan nagari dengan luas sekitar 270,5 hektare, dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi dengan ketinggian 100 hingga 500 meter.

Tebing-tebing ini membuat banyak orang menyamakannya dengan Hokage Iwa atau Tebing Hokage yang ada di Desa Konoha dalam komik dan anime Naruto.

Keindahan alam di Lembah Harau tidak hanya terbatas pada tebing tinggi yang mirip Desa Konoha. Tempat ini juga menyimpan banyak pesona menarik untuk dijelajahi.

Dalam kitab adat Minangkabau, Tambo, Kabupaten Lima Puluh Kota disebut sebagai negeri-negeri berair jernih dengan ikan-ikan jinak yang berenang di aliran sungainya.

Banyak yang meyakini bahwa di masa lalu, Lembah Harau terletak di dasar lautan, dukungan fakta ilmiah tentang jenis batuan di perbukitan Lembah Harau, yang merupakan batuan breksi dan konglomerat yang umumnya terdapat di dasar laut.

Fakta menarik lainnya, beberapa peneliti menyatakan bahwa tebing batuan yang mengelilingi Lembah Harau diperkirakan sudah berusia sekitar 40 juta tahun. Selain itu, tebing batuan di Lembah Harau juga kaya akan karbon organik, yakni batuan yang terbentuk dari sisa-sisa organisme.

Dengan keunikan tersebut, Lembah Harau diakui sebagai Cagar Alam dan Suaka Margasatwa. Satwa langka seperti monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan berbagai spesies tanaman hutan hujan tropis dataran tinggi dapat ditemukan di sana.

Tidak hanya itu, Lembah Harau juga menyajikan enam air terjun yang menarik, antara lain Sarasah Aie Angek, Aie Luluih, Sarasah Jambu, Akar Berayun, Sarasah Bunta, dan Sarasah Murai, masing-masing dengan ciri khas dan ketinggian yang berbeda.

Salah satu air terjun yang terkenal di Lembah Harau adalah Air Terjun Akar Berayun, yang merupakan yang tertinggi dengan ketinggian sekitar 200 meter. Wisatawan dapat dengan mudah melihatnya sejak tiba di Lembah Harau karena dekat dengan area parkir.

Di bawah air terjun terdapat kolam besar yang sering digunakan untuk berenang atau bermain air. Pada musim kemarau, air terjun dan kolamnya mengering.

Jika pengunjung ingin menikmati air terjun yang lebih sepi, dapat melakukan trekking selama sekitar 10 menit ke dalam hutan menuju Air Terjun Sarasah Murai.

Air terjun ini memiliki tujuh tingkatan yang berundak-undak dengan tinggi sekitar 10 hingga 15 meter. Konon, air terjun ini dinamai Sarasah Murai karena di masa lalu sering disinggahi oleh Burung Murai.

Selain pesona alamnya yang tak terbantahkan, Lembah Harau juga menawarkan beberapa wisata tematik modern untuk menarik perhatian wisatawan. Salah satu yang terbaru adalah Harau Sky, yang menyajikan waterpark, restoran, spot foto, dan penginapan di tengah Lembah Harau yang eksotis.

Selain itu, ada berbagai wisata tematik menarik lainnya seperti Kampung Sarosah, Kampung Korea Jepang, Kampung Eropa, Batang Tabik Waterpark, dan Harau Dream Park.

Sumber: indonesia.go.id

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here