JAKARTA, KBKNEWS.id – Tiga pekan pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda Pulau Sumatera, sejumlah wilayah terdampak masih membutuhkan uluran bantuan.
Di tengah keterbatasan tersebut, harapan justru tumbuh dari semangat kepedulian lintas usia.
Kepedulian itu ditunjukkan oleh siswa dan siswi Insan Cendekia Boarding School, Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Melalui inisiatif mandiri, mereka menggalang dana bantuan yang disalurkan kepada penyintas banjir bandang Sumatera melalui Dompet Dhuafa.
Penghimpunan dana dilakukan lewat kegiatan pentas seni yang menjadi salah satu agenda terbesar sekolah. Selain berasal dari dukungan para orang tua, para siswa juga menyisihkan hasil kegiatan mereka serta melakukan penggalangan dana melalui media sosial. Dari upaya tersebut, terkumpul donasi sekitar Rp1.500.000.
Agar dana yang dihimpun dapat memberi manfaat lebih luas, para siswa sepakat menyalurkannya melalui Dompet Dhuafa.
“Penghimpunannya memang diinisiasi oleh anak-anak melalui media sosial. Donatur terbesarnya dari orang tua, tapi anak-anak juga menyisihkan hasil kegiatan mereka. Saya hanya membantu meneruskan, karena ini murni inisiatif mereka,” ujar Meuthia, salah satu guru Insan Cendekia Boarding School.
Penyerahan donasi dilakukan langsung oleh Akmal, salah satu siswa Insan Cendekia Boarding School, kepada Yudha Andilla, Manager Fundraising Retail Dompet Dhuafa.
“Alhamdulillah, hari ini kami menerima amanah kebaikan dari Insan Cendekia Boarding School untuk disalurkan kepada penyintas banjir bandang di Sumatra. Kami sangat mengapresiasi empati anak-anak. Ini juga bukan kali pertama Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Insan Cendekia. Semoga berkah,” kata Yudha.
Aksi kepedulian yang digerakkan para pelajar ini diharapkan menjadi inspirasi bahwa empati dan semangat berbagi dapat tumbuh sejak dini.
Dompet Dhuafa mengajak masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas, karena setiap bantuan memiliki arti besar bagi para penyintas dalam memulihkan kehidupan mereka.





