LOMBOK – Ratusan korban gempa Lombok memadati Masjid Darurat untuk mengikuti zikir dan tabligh akbar #LombokBangkit serta doa untuk masyarakat Palu dan Donggala, Rabu (10/10) setelah shalat maghrib berjamaah di hamparan persawahan kering depan Pondok Pesantren Riyadlusshibyan, Desa Lembah Sari, Kecamatan Batu Layar.
Kyai Wahfiudin Sakam MBA (Dewan Syariah Dompet Dhuafa) didampingi Ust M Hanafi (Corps Dai DD Riau), Ust Ahmad Fauzi (Aktifis Dakwah dan Kemanusiaan DD) tiba di lokasi pukul 17.20 WITA disambut oleh Rais dan Mudir JATMAN NTB yang juga Pimpinan Pesantren Riyadlusshibyan, TGH Hanafi dan Ir. H. M. Ilham. Kedatangan rombongan DD selain menghadiri dzikir dan tabligh akbar adalah penyerahan 28 unit Rumtara (Rumah Sementara) untuk pengungsi yang terkena dampak gempa NTB dari jamaah JATMAN yang dibangun Dompet Dhuafa Konstruksi.
TGH Hanafi dalam sambutannya yang diwakili putranya Ust. Nurul mengucapkan terimakasih atas dukungan doa dan materi yang diberikan oleh para Donatur. “Rumtara yang didirikan benar-benar sangat dibutuhkan oleh warga, dan kita terus upayakan bangkit bersama atas ujian yang Allah berikan” ucapnya sebelum dimulainya acara dzikir dan tabligh akbar.
Sementara itu, Abdul Azis (Dai Muda Cordofa) sebagai penyelenggara safari dakwah #LombokBangkit mengungkapkan bahwa “Safari Dakwah bersama Dewan Syariah dan Tim Cordofa DD dalam bentuk Zikir, Tabligh Akbar, dan Doa bersama dilaksanakan untuk kali kedua pasca gempa Lombok 2018, melengkapi aktifitas dakwah reguler Cordofa baik fase emergency maupun recovery yang dilaksanakan di Lombok Timur, Lombok Utara, dan Lombok Barat”.
Azis menambahkan, untuk tema Safari Dakwah kali ini ditambah dengan “Doa Masyarakat NTB untuk Sulawesi Tengah, sebagai bagian dari solidaritas kemanusiaan dan ukhuwwah, ditengah-tengah kondisi masyarakat NTB yang belum sepenuhnya kembali dalam keadaan baik pasca gempa agustus lalu”.
Kyai Wahfiudin sebelum mengajak jamaah berdzikir menjelaskan pentingnya membersihkan diri dengan dzikrullah. Wahfiudin menjelaskan hubungan manusia dengan Allah SWT melalui qalbu. “Maka menjadi penting selalu membersihkan qalbu dari ilah-ilah palsu. Perbanyak ucapkan Laa ilaaha illallah.” ajaknya kepada jamaah.
“Tidak kurang dari 600 warga yang tinggal di sekitar lokasi hadir untuk ikut dzikir dan doa, sekaligus kami merasa turut belasungkawa dan mendoakan saudara-saudara yang menjadi korban di Sulawesi Tengah ” Ujar Ust Nurul, salah satu pengurus pesantren Riyadlusshibyan.
Selain di Batu layar, acara ini dilaksanakan juga di Tanjung Lombok Utara, Sambelia Lombok Timur, Sembalun Lombok Timur, Kekait Lombok Barat, dan beberapa titik intervensi dakwah lainnya pada 8-13 oktober 2018, sekaligus persiapan pembangunan masjid dan penyelesaian pembangunan Rumtara yang diamanahkan donatur kepada Dompet Dhuafa.
Semoga #LombokBangkit menjadi motivasi bagi masyarakat NTB untuk terus berbenah dan kembali hidup dengan baik. (AFQ)





