JAKARTA, KBKNEWS.id — Harapan untuk kembali melangkah tumbuh bagi Abdul, penyintas gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah lama mengalami keterbatasan berjalan.
Di tenda pengungsian di halaman Gereja Paroki Yesus Kerahiman Ilahi Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Abdul menerima alat bantu jalan atau walker dari Dompet Dhuafa.
Abdul mulai mengalami masalah kesehatan sejak 2021. Setelah menjalani sejumlah pengobatan dan operasi di Maumere serta Makassar, kondisinya sempat membaik hingga ia kembali bekerja sebagai penampung teripang.
Namun, beberapa waktu kemudian kondisi kakinya kembali memburuk. Sekitar dua tahun lalu, Abdul kembali tidak mampu berjalan. Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari sekaligus pekerjaan yang selama ini menjadi sumber penghasilan keluarga terhenti.
Selama bertahun-tahun, Abdul dan istrinya, Fitria, menggantungkan hidup dari hasil laut. Mereka merantau dari Makassar ke Nagekeo sejak 2003 dan menjalankan usaha membeli teripang dari nelayan untuk kemudian dijual ke Maumere dan Makassar.
Ketika Abdul tidak lagi mampu bekerja, Fitria mengambil alih usaha tersebut. Namun, usaha itu juga terhenti setelah ia mengalami penipuan dari pembeli yang tidak melunasi pembayaran teripang. Kini, Fitria hanya berjualan ikan dalam jumlah kecil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Cobaan kembali datang ketika gempa mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026. Fitria harus menyeret tubuh Abdul keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri. Keduanya kemudian dibantu sejumlah anak nelayan menuju tempat aman.
Sebelumnya, Abdul dan Fitria telah mendapat pelayanan medis dari Dompet Dhuafa bersama dr. Rifki Amarullah atau dr. Iki. Melalui kampanye Indonesia Siap Siaga, Dompet Dhuafa kemudian memberikan walker dan paket sembako kepada mereka.
Dengan arahan tim, Abdul mencoba menggunakan walker tersebut di tenda pengungsian.
“Terima kasih, Dokter Iki, atas bantuannya. Mudah-mudahan sehat selalu dan banyak rezekinya,” ujar Abdul.
Kini, Abdul dan Fitria masih bertahan di pengungsian sambil menata kembali kehidupan mereka setelah gempa.





