Lingkungan: Ribuan Ikan Mati di Sungai Oder

Masalah pencemaran lingkungan juga terjadi di negara maju seperti Jerman. Puluhan ton ikan mati di Sungai Oder, kemungkinan akibat pencemaran industri.

BAGI negara-negara  anggota Uni Eropa seperti Jerman dengan  standar lingkungan yang tinggi, kematian ribuan ikan di Sungai Oder yang melintasi negara itu dan tetangganya, Polandia menjadi isu serius.

Ikan-ikan yang ditemukan mengambang di dekat kota Schwedt, timur laut negara bagian Brandenburg, Jerman dekat perbatasan Polandia, seperti dilaporkan AFP (14/8) pertama kali ditemukan oleh pemancing 28 Juli lalu.

Otoritas setempat menuduh pihak berwenang Polandia tidak memberitahu mereka tentang kematian ribuan ikan tersebut sehingga mereka terkejut ketika ditemukan sekitar 10 ton ikan mati muncul di depan mata warga setempat.

Di Polandia sendiri, pemerintah juga mendapat kecaman keras karena dianggap tidak bertindak cepat.

Hampir dua minggu setelah ikan mati pertama mengambang di desa-desa Polandia, PM Mateusz Morawiecki (12/8)  mengatakan, semua orang pada awalnya mengira itu masalah lokal.

Namun, dia kemudian mengakui, skala bencana sangat besar, sehingga diperlukan waktu bertahun-tahun untuk memulihkan lingkungan Sungai Oder kembali ke kondisi lingkungan semula.

“Mungkin sejumlah besar limbah kimia dibuang ke sungai dengan kesadaran penuh tentang risiko dan konsekuensinya,” kata Morawiecky, sementara itu, Menteri Lingkungan Jerman Steffi Lemke mendesak penyelidikan komprehensif atas bencana lingkungan ini.

Oder selama beberapa tahun terakhir dikenal sebagai sungai yang relatif bersih yang dihuni 40 spesies ikan domestik, namun sekarang, ikan-ikan tak bernyawa–beberapa diantaranya berukuran kecil antara 30-40 cm terlihat di sepanjang sungai.

Kadang-kadang, ikan yang masih berjuang hidup terlihat melompat-lompat di air dan terengah-engah sehingga diduga ikan-ikan itu kemungkinan kena racun.

“Kematian ikan ini tidak biasa,” kata Menteri Lingkungan Negara Bagian Brandenburg. Axel Vogel seraya menambahkan, kematian ikan sering disebabkan oleh distorsi kadar oksigen saat kadar air terlalu rendah.

Namun setelah kadar oksigen di sungai ditingkatkan selama beberapa hari, terindikasi adanya zat asing penyebabnya, “ kata Vogel.

Tes selanjutnya dilakukan di Jerman untuk memastikan jenis zat yang mungkin menyebabkan kematian massal ikan, sedangkan laporan awal menunjukkan tingginya kadar merkuri, sementara tes lainnya menunjukkan tingginya kadar garam (AFP/ns).

 

 

 

 

Advertisement