BOGOR (KBK) – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia masih berada dibawah beberapa negara – negara ASEAN. Indonesia berada di urutan ke 111 dari 175 negara.
Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Kepala Pusat Pusat Pengembangan Sumber Daya manusia Institut Pertanian Bogor (P2SDM) IPB DR Ir Pudji Muljono, M.Si saat membuka kegiatan Pelatihan TOT (Training of Trainer) Kebun Sehat Keluarga (KSK) dalam Upaya Pemberdayaan Keluarga Melalui Posdaya yang diselenggarakan oleh LKC Dompet Dhuafa di Kampus IPB Jl Raya Pajajaran Bogor, Jawa Barat, Senin (9/11/2015).
Dalam pelatihan yang melibatkan tenaga ahli dari P2SDM IPB tersebut Muljono menegaskan, menciptakan program pemberdayaan yang mampu meningkatkan sumber daya masyarakat merupakan tugas yang mulya.
“Tugas kita khususnya di Indonesia sangat mulya, sangat dituntut untuk kita semua berkhidmat di tengah situasi negara yang Human Development Indexsnya belum bagus, sehingga salah satu apa yang kita tekuni ini dapat meningkatakan kualitas SDM kita di Indonesia khususnya melaui KSK,” kata Muljono dihadapan peserta TOT Kebun Sehat Keluarga.
Pada kesempatan tersebut, Muljono mengungkapkan terima kasih atas kepercayaan dan kerjasama yang dibangun antara LKC Dompet Dhuafa dengan P2SDM IPB karena turut peduli terhadap pemberdayaan masyarakat.
“Mudah-mudahan pelatihan selama tiga hari ini, yaitu TOT tentang KSK bisa berjalan lancar, dan banyak memberikan manfaatnya bagi kita semua , tidak saja bagi LKC Dompet Dhuafa dan para peserta maupun kami P2SDM dan juga para instruktur,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Financial dan Operasional Yayasan kesehatan Dompet Dhuafa (YKDD) Eko Fajar Santoso mengharapkan, kegiatan TOT Kebun Sehat Keluarga tersebut dapat melahirkan para instruktur dalam menciptakan program pemberdayaan untuk masyarakat.
Eko menyebutkan, tujuan TOT Kebun Sehat Keluarga yang turut diikuti oleh perwakilan tenaga medis LKC Dompet Dhuafa daerah tersebut agar dapat menciptakan program yang mampu mengembangkan dan memberdayakan sumber daya lokal yang ada disekitar member LKC Dompet Dhuafa melalui Program Posdaya.
“Diharapkan para dhuafa member LKC nanti akan lebih produktif lagi menggunakan sarana dan prasana di lingkunagannya yaitu dengan menanam pohon – pohon yang mungkin tumbuh di daerah masing – masing,” tandasnya.
Selama pelatihan berlangsung, para peserta mendapatkan materi pelatihan tentang Pengenalan Tanaman Obat Keluarga Kebun Bergizi (Togabuzi) dan Kompos, Obeservasi ke Taman Koleksi Tanaman Obat Biofarmaka IPB, Praktek Pembuatan Ramuan Obat dan Pengembangan dan Pendampingan Posdaya.





