BANYUMAS – Lembaga Kesehatan Cuma-cuma (LKC Dompet) Jawa Tengah telah menginisiasi kampanye dan pelibatan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.
Apa yang dilakukan LKC DD Jateng menjadi salah satu bukti dari tekad dalam mengatasi tatanan lingkungan hidup yang dihadapi dunia.
Tekad tersebut semakin diwujudkan di Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia diperingati pada tanggal 5 Juni setiap tahunnya, dimana peringatan HLH Sedunia tahun ini merupakan perayaan 50 Konferensi Stockholm.
Konferensi Stockholm tahun 1972 adalah konferensi tingkat dunia pertama yang membahas isu lingkungan. Konferensi Stockholm telah meletakkan dasar untuk pengaturan global mengenai perlindungan lingkungan.
Sebagai informasi, program Kawasan Sehat Sanitasi Desa Sumbang, Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas, Jateng menjadi pilot project pertama, pemberdayaan kesehatan sanitasi dan bank sampah bersama masyarakat dan dikelola oleh kader kesehatan lokal.
Bank Sampah Sumbang Lestari didirikan setelah program Kawasan Sehat Sanitasi untuk meningkatan akses kesehatan sanitasi di Desa Sumbang selesai. Desa yang pada akhir intervensi program mendapatkan predikat ODF Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan. Melalui kampanye dan intervensi berbasis komunitas, saat ini masyarkat komitmen untuk tidak buang air besar sembarangan. Hal ini seiring dengan peningkatan akses jamban sehat komunal diwilayah tersebut.
Bank Sampah Sumbang Lestari Desa Sumbang mengajak seluruh masyarakat untuk mengelola sampah rumah mulai dari rumah. Menjadi nasabah bank sampah Sumbang Lestari juga berarti kesempatan untuk memanfaatkan sampah menjadi rupiah. Selain dapat ditabung, nasabah bank sampah juga bekesempatan menukarkan sampah dengan sembako melalui warung lokal yang sudah bekerja sama dengan bank sampah setempat.




