LKC DD NTT Sediakan Rumah Singgah untuk Pasien Dhuafa di Kupang

Fasilitas rumah singgah pasien yang dihadirkan Lembaga nirlaba Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Nusa Tenggara Timur di Kota Kupang/ LKC DD via Antara

KUPANG –  Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Nusa Tenggara Timur (NTT) menyediakan rumah singgah pasien bagi warga kurang mampu di NTT yang menjalani pengobatan penyakit di Kota Kupang.

Koordinator Program Shelter Sehati LKC Dompet Dhuafa NTT, Aji Suksin menjelaskan layanan rumah singgah pasien dihadirkan melalui Program Shelter Sehati untuk membantu masyarakat dari berbagai daerah di NTT yang datang berobat di Kota Kupang namun tidak memiliki tempat tinggal.

Ia mengatakan layanan rumah singgah pasien untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal sementara bagi pasien atau keluarga yang menjalani rujukan dari kabupaten-kabupaten ke Kota Kupang maupun ke luar NTT melalui Kota Kupang.

Layanan ini, kata dia diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu untuk mengatasi kesulitan biaya untuk tempat tinggal sementara.

Aji menjelaskan dalam pelaksanaan layanan ini juga menerapkan aturan atau syarat tertentu dan dapat dimanfaatkan melalui persetujuan atau rekomendasi dari tim RDK LKC Dompet Dhuafa.

“Hal ini dilakukan agar program ini ini betul-betul diperuntukkan bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu (dhuafa) yang sedang menjalani pengobatan,” katanya, dilansir Antara.

Ia menambahkan Program Shelter Sehati ini bukan hanya menyediakan fasilitas rumah singgah pasien saja namun Dompet Dhuafa juga mengisi beberapa program pengembangan spiritual dan emosional kepada sang pasien dan kepada keluarga pasien yang menjaga atau mendampingi pasien.

Pihaknya berharap kehadiran program ini dapat memberikan manfaat yang dirasakan langsung masyarakat kurang mampu sehingga bisa menjalani masa pengobatan dengan tenang dan lancar.

Dompet Dhuafa NTT juga siap bekerja sama dengan lembaga atau stakeholder lain untuk pengembangan program tersebut ke depan agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, demikian Aji Suksin.