spot_img

Lobi-lobi Politik Terus Berlangsung

HASIL rekapitulasi berjenjang  perolehan suara Pemilu 2024 oleh KPU ditargetkan baru rampung 20 Maret, namun konsolidasi dan lobi-lobi politik terus berlansgung, baik sesama partai koalisi mau pun di luarnya.

Capres Prabowo Subianto menemui mitra koalisinya, Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti  (AHY) dan Ketua Maajelis Tinggi partai tersebut Susilo SB Yudhoyono (SBY) di Museum dan Galery SBY di Pacitan, Jatim (17/2).

Prabowo yang dalam janji kampanyenya mengemukakan akan merangkul semua unsur dan kekuatan, mengaku pertemuannya dengan SBY dan AHY sebagai konsolidasi awal yang akan terus berlanjut ke mitra koalisi lain.

Prabowo mengucapkan terima kasih atas dukungan SBY, sehingga di kota di pesisir selatan Jawa Timur yang merupakan basis pendukung SBY bersama Partai Demokratnya itu, paslon Prabowo – Gibran meraih 70 persen suara.

“Intinya saya datang untuk sowan dan berterima kasih serta melapor pada senior saya, “ ujar Prabowo, sementara AHY mengaku, tidak ada pembicaraan mengenai jabatan di kabinet mendatang karena kehadiran Prabowo memang hanya untuk bersilaturahmi.

Hasil  hitung cepat sampai Senin (19/2) pukul 10.30 WIB, menurut Lembaga survei Poltracking: Paslon Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar 25,13 persen, Prabowo Subianto – Gibran 58,1 persen dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD 16,36 persen.

PRC:Anies-Muhaimin 24,7 persen, Prabowo – Gibran 59,22 persen dan Ganjar – Mahfud MD 16,71 persen, sementara Litbang Kompas: Anies-Muhaimin 25,21 persen, Prabowo-Gibran 58,48 persen dan Ganjar-Mahfud 16,31 persen.

Sementara itu Presiden Jokowi bertemu empat mata dengan Ketum Partai Nasdem di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu malam (18/2), namun tidak diperinci hasil pertemuan tersebut.

Koordinator Staf Khusus Presiden Anak Agung Ngurah Ari Dwipayana menyebutkan memang ada pertemuan dengan presiden atas permintaan Surya Paloh.

Dalam silaturrahmi selama satu jam itu keduanya berbincang-bincang soal agenda kebangsaan, upaya menghadapi tantangan global dan juga dinamika politik sekitar pemilu.

Situasi politik nasional pasca pemungutan suara, 14 Feb. memang tidak baik-baik saja ditandai berbagai dugaan kecurangan pemilu seperti penggelembungan suara, intimidasi dan tekanan pada kepala-kepala desa untuk memilih palon tertentu, beda ju,lah suara antara penghitungan KPPS dan Sistem Informasi Rekapitulasu (Sirekap), money politics dan lainnya.

Semoga  berbagai penyimpangan bisa dikoreksi oleh Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi demi legitimasi para pemimpin dan caleg terpilih nanti.

 

 

 

 

 

 

 

 

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles