
INDIA – Jumlah korban tewas akibat tanah longsor besar yang melanda negara bagian Kerala di India selatan terus bertambah hingga mencapai 166 orang.
Pejabat mengatakan lebih dari 192 orang masih hilang. Petugas penyelamat mengatakan mereka mencari korban selamat di bawah atap yang runtuh dan puing-puing rumah yang hancur.
Aliran lumpur dan air yang deras menyapu wilayah tersebut pada Selasa pagi, meratakan rumah-rumah dan menumbangkan pohon-pohon. Hujan deras terus berlanjut di daerah tersebut, menghambat operasi penyelamatan.
Tanah longsor adalah bencana terburuk yang melanda negara bagian tersebut sejak 2018, ketika banjir menewaskan lebih dari 400 orang. Bencana tersebut terjadi di daerah Mundakkai dan Chooralmala di distrik Wayanad, yang dikelilingi oleh perkebunan teh dan kapulaga.
Lebih dari 3.000 orang telah diselamatkan dan dipindahkan ke 45 kamp bantuan. Sementara diantara mereka yang masih hilang adalah pekerja perkebunan dan buruh migran yang tinggal di sini.
Operasi penyelamatan dilakukan oleh angkatan darat, laut, dan udara bersama dengan Pasukan Tanggap Bencana Nasional (NDRF) dan tim polisi serta pemadam kebakaran.
Di beberapa tempat, tim penyelamat berusaha membangun jembatan sementara untuk menjangkau mereka yang terdampar di seberang sungai yang meluap.
Namun, upaya tersebut menjadi rumit karena hujan lebat dan medan yang terjal, yang membuat sulit untuk menjangkau para korban. Tanah longsor juga telah menghancurkan jembatan-jembatan utama yang menghubungkan daerah-daerah terpencil.




