Luka Lambung akibat Minuman Beralkohol Berasap, Bahaya yang Sering Diremehkan

Minuman beralkohol dicampur dengan nitrogen cair bisa membahayakan lambung. (Foto: istockphoto)

Jakarta, KBKNews.id – Sebuah malam santai di bar berubah menjadi keadaan darurat medis bagi seorang pria berusia 34 tahun di Meksiko. Tak lama setelah meneguk minuman beralkohol berasap, ia merasakan nyeri hebat di perut yang datang secara mendadak dan menusuk. Rasa sakit itu begitu intens hingga membuatnya harus segera dilarikan ke unit gawat darurat.

Setibanya di rumah sakit, kondisinya terus memburuk. Tubuhnya berkeringat dingin, terasa sangat lemas, dan ia mengeluhkan nyeri perut yang tidak tertahankan. Pemeriksaan awal menunjukkan tanda-tanda vital yang mengkhawatirkan—denyut jantung melonjak, napas menjadi cepat, tekanan darah menurun, dan suhu tubuh lebih rendah dari normal.

Nyeri Menyebar, Bukan Sekadar Sakit Perut Biasa

Saat dokter melakukan pemeriksaan fisik, pasien mengaku nyeri terasa di beberapa titik sekaligus di perutnya. Ini menjadi petunjuk penting, karena nyeri akibat gangguan ringan biasanya terlokalisasi di satu area.

Kondisi ini membuat dokter mencurigai adanya masalah serius di dalam rongga perut, bukan sekadar gangguan pencernaan biasa atau iritasi lambung ringan.

Kandungan Minuman Jadi Petunjuk Kunci

Dalam wawancara medis, pasien menyebut minuman yang ia konsumsi mengandung nitrogen cair. Itu merupakan zat yang kerap digunakan untuk menciptakan efek visual asap pada makanan dan minuman modern.

Nitrogen cair memiliki sifat ekstrem yakni suhu mencapai minus 196 derajat Celsius. Selain itu, dia akan mengembang hingga ratusan kali lipat saat berubah dari cair menjadi gas.

Dokter menduga, nitrogen cair yang belum sepenuhnya menguap masuk ke dalam lambung dan mengembang secara tiba-tiba. Reaksi ini menciptakan tekanan besar yang melukai dinding lambung.

Tanda Bahaya dari Pemeriksaan Perut

Untuk memastikan kecurigaan tersebut, tim medis melakukan pemeriksaan lanjutan dengan teknik sederhana namun krusial, yakni mengetuk area perut sambil mendengarkan suara yang dihasilkan.

Hasilnya tidak biasa. Hampir seluruh bagian perut menghasilkan bunyi bernada tinggi—tanda adanya udara bebas di dalam rongga perut, sesuatu yang seharusnya tidak terjadi pada orang sehat.

CT Scan Ungkap Luka Serius di Lambung

Pemeriksaan pencitraan menggunakan CT scan memperjelas kondisi pasien. Dokter menemukan akumulasi gas di rongga perut, tepat di sekitar lambung. Kondisi ini dikenal sebagai pneumoperitoneum, yang biasanya menandakan adanya kebocoran atau robekan pada organ pencernaan.

Dalam kasus ini, gas tersebut dipastikan berasal dari lambung yang mengalami luka akibat tekanan mendadak.

Operasi Darurat untuk Menyelamatkan Lambung

Penanganan medis dilakukan segera. Dokter membuat sayatan kecil untuk melepaskan gas yang terperangkap, lalu menggunakan teknik laparoskopi untuk menemukan sumber masalah.

Mereka menemukan lubang berdiameter sekitar 3 sentimeter di dinding lambung. Luka tersebut kemudian dijahit dan diperkuat menggunakan jaringan lemak dari area perut pasien sendiri agar proses penyembuhan berjalan optimal.

Pemulihan Cepat, Risiko Tetap Nyata

Beruntung, kondisi pasien membaik dengan relatif cepat. Dalam waktu tiga hari, ia sudah mampu mengonsumsi makanan cair tanpa keluhan berarti dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Meski demikian, para dokter menilai kasus ini sebagai peringatan serius, karena nitrogen cair tidak hanya berisiko melukai lambung, tetapi juga dapat menyebabkan luka bakar dingin permanen pada jaringan tubuh.

Mengapa Luka Bakar Dingin Tidak Terjadi?

Dalam kasus ini, pasien tidak mengalami kerusakan pada mulut, kerongkongan, atau lambung akibat suhu ekstrem. Dokter menduga hal tersebut dipengaruhi oleh Leidenfrost effect, yaitu fenomena ketika cairan bersuhu sangat ekstrem langsung menguap saat bersentuhan dengan permukaan yang jauh lebih hangat.

Lapisan gas yang terbentuk sesaat itu diduga melindungi jaringan tubuh dari kontak langsung dengan nitrogen cair. Namun, perlindungan ini bersifat tidak pasti dan sangat berisiko.

Nitrogen Cair dalam Kuliner: Aman jika Tepat

Dalam dunia kuliner profesional, nitrogen cair memang sering digunakan, misalnya untuk:

  • Membekukan makanan dengan cepat
  • Menjaga tekstur dan rasa bahan pangan
  • Menciptakan efek visual dramatis

Namun, dalam praktik aman, nitrogen cair harus sudah sepenuhnya menguap sebelum makanan atau minuman dikonsumsi.

Masalah muncul ketika zat ini dicampurkan langsung ke minuman hanya demi efek asap, lalu diminum sebelum benar-benar hilang. Praktik semacam ini dapat menimbulkan cedera serius pada saluran cerna, termasuk luka dan robekan lambung.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here