Macet Parah di “Brexit” Renggut Korban Tewas, Pemerintah Minta Maaf

Kemacetan parah di tol Brebes Exit (Brexit)/ Poskotanews

JAKARTA – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa kemacetan parah pada arus mudik 2016 di Tol Pejagan- Brebes atau yang akrab disebut Brexit (Brebes Exit).

Permintaan maaf itu disampaikan lewat akun Twitter resmi Kementerian Koordinator Polhukam @Polhukam RI, Minggu (10/7/2016).

“Menkopolhukkam Luhut Pandjaitan minta maaf kepada masyarakat atas jatuhnya korban jiwa selama tanggal 3-5 Juli 2016,” kicaunya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo juga telah meminta maaf atas jatuhnya korban jiwa yang disinyalir kelelahan akibat kemacetan parah di Brexit (Brebes Exit) atau pintu tol Brebes di Jawa Tengah.

“Adanya musibah, kekurangnyamanan dalam perjalanan menjadi evaluasi kami, pemerintah khususnya Kemendagri, sekali lagi sebagai Mendagri saya mohon maaf,” kata Tjahjo seperti ditulis di laman Kemendagri.go.id.

Ia menuturkan Pemerintah menyampaikan permohonan maaf atas meninggalnya 17 orang selama arus mudik lebaran 2016. Khususnya kepada pihak keluarga yang tertimpa musibah.

Seperti diketahui, penyebab meninggalnya belasa pemudik bukan hanya karena kecelakaan lalu lintas, tapi juga karena terlalu banyak menghirup apnoe causa CO2 toksic dari pendingin udara kendaraan.

“Terjadinya musibah sebagian warga masyarakat pada saat kemacetan di Pantura daerah Kabupaten Brebes, Saya Mendagri atas nama pemerintah juga menyampaikan permohonan maaf,” tambahnya.

Tjahjo juga menjelaskan, Kemendagri sebelumnnya juga telah mengirimkan radiogram ke sejumlah kepala daerah wilayah Pantura, dimana menjadi perlintasan arus mudik dan balik lebaran.

Advertisement