spot_img

Makan Siang Apa Internet Gratis?

BEBERAPA hari lalu Capres Prabowo memberikan opsi kepada rakyat. Pilih mana antara makan siang gratis dengan internet gratis? Ketika massa di depannya menjawab: makan siang gratis, bliaunya segera menimpali dengan kalimat sengkring (menyakitkan), “Hanya orang berotak lamban yang pilih internet gratis!” Massa pun lalu mengelu-elukan sang Capres 3 kali itu.

Sebetulnya jawaban untuk pertanyaan Prabowo itu tergantung pada siapa pertanyaan itu dilempar. Jika kepada generasi tahun 1960-an, ketika makanan masih susah didapatkan, dari generasi milenial sampai generasi kolonial, jawabnya pasti sama: “Makan siang gratis!” Tetapi untuk generasi sekarang di tahun 2010-an ke atas, pasti mereka lebih memilih internet gratis. Yang memilih makan siang gratis hanyalah para kakek nenek dan orang kampung yang masih hidup miskin dan tidak paham onlin-onlinan macam Capres Prabowo itu sendiri.

Penulis yang mengalami masa bocah di tahun 1960-an, mengalami betul susahnya makanan di kampung-kampung. Ketika tetangga punya hajatan, anak-anak sangat menunggu sekali nasi berkat yang dibawa ayah mereka sepulang kepungan (bancakan). Bahkan ada teman yang memilih “cuti” bermain dulu, sebab khawatir nanti tak kebagian nasi berkat tersebut karena adik dan kakaknya banyak.

Jaman itu, jatuhnya buah mangga, jeruk, jambu, jadi rebutan anak-anak. Dimakan seketika tanpa harus dicuci dulu. Lagi-lagi ketika tetangga sekampung punya hajatan, anak-anak kecil ikut nimbrung endong-endongan (malam midadareni). Tujuannya apa? Ya sekedar menunggu nasi jaminan (makan malam) keluar sekitar pukul 22:00. Banyak yang bablas ketiduran, sehingga ketika bangun saat pista (makan-makan) itu sudah usai. Menyesaaal sekali rasanya kala itu.

Setelah Orde Baru bangkit membangun negeri, ekonomi mulai menggeliat. Tahun 1970-an ke atas tak ada lagi bocah berebut buah jatuhan, tak ada lagi bocah menunggu pacitan sisa ketika ada tamu. Tak ada lagi bocah “diperas” temannya dengan ancaman, “Kowe oleh dolan karo aku, ning jajan pasar seka mbokmu kanggo aku ya (boleh main bersamaku asal oleh-oleh jajan pasar dari emakmu untuk saya).” Juga tak ada lagi bocah nyolong mangga-jambu tetangga sebagaimana dikisahkan dalam film TVRI Si Unyil.

Capres Prabowo ini meski ada bau-bau Jawa-nya, tetapi dia sendiri tak pernah mengalami hidup susah sebagaimana kakeknya di Kebumen sana. Dia sedari lahir ceprot sudah hidup makmur, karena orangtuanya seorang menteri dan masa kecil Prabowo juga selalu di luar negeri. Walhasil soal kemiskininan yang diderita para anak bangsa, hanyalah sebuah sejarah, bukan menjadi praktisi langsung.

Oleh karenanya Prabowo kurang pas ketika “memotret” kemiskinan itu sendiri. Dikiranya setiap kemiskinan akan selesai dengan makan siang gratis. Makan siang itu hanya mengisi perut, sedangkan internet itu mengisi otak. Tak salah juga memang, orang belum makan tak bisa berpikir. Tetapi dengan internet cakrawala dunia akan terbuka lebar. Berkat internet, kehidupan antara berbagai belahan dunia tak ada jarak.

Makan siang gratis itu ibaratnya ikan, sedangkan internet itu pancing. Dengan pancing, orang bisa mencari ikan sendiri dan hasilnya bisa lebih banyak dengan kreativitas masing-masing. Berkat internet, jangankan anak muda, balita  usia 3 tahunan pun sekarang memiliki banyak kosa kata modern yang jauh melewati usianya. Maka jangan heran, guru di sekolah kini bisa kalah dengan muridnya gara-gara gurunya kurang menguasai internet.

Ketika orang belum paham onlin-onlinan, jika perut lapar dan makanan tak ada di rumah, harus lari ke RM Padang atau Warteg. Sekarang hanya dengan pencet-pencet HP, makanan akan diantar ke rumah. Dan ini kini telah terjadi sampai ke desa-desa. Maka jika soal makan siang gratis ditanyakan pada anak-anak generasi milenial, pasti mereka akan memilih internet gratis. Makan siang gratis bolehlah, tetapi internet gratis lebih penting lagi. Balita sekarang takkan nangis ketika lapar, tetapi akan meraung-raung ketia pulsa paketan di HP-nya habis. (Cantrik Metaram)

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles