KUPANG – Sebagian wilayah di provinsi berbasis kepulauan Nusa Tenggara Timur (NTT) juga merasakan getaran gempa Bumi berkekuatan 6,6 skala Richter yang mengguncang Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku.
“Getaran gempa bumi di Maluku dirasakan hingga tiga kabupaten di NTT, yakni Kabupaten Belu dan Sumba Timur,” kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Kupang/Koordinator BMKG NTT, Hasanudin, di Kupang, Rabu (21/12/2016).
Dijelaskannya, gempa Bumi dirasakan di Waingapu, ibu kota Kabupaten Sumba Timur dalam skala intensitas gempa bumi (SIG) II BMKG atau III Modified Mercalli Intensity (MMI) dan juga di Kabupaten Belu SIG II BMKG III sampai IV Modified Mercalli Intensity (MMI).
Hasanudin mengungkapkan jika guncangan gempa bumi ini dirasakan oleh banyak orang, bahkan beberapa warga berlarian keluar rumah karena panik. Namun hingga kini belum ada laporan kerusakan sebagai akibat dampak gempabumi.
Sementara itu Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Mochammad Riyadi menjelaskan gempa bumi ini terjadi akibat aktivitas Subduksi Banda dengan laju sekitar 20 mm/tahun ke arah barat laut di Cekungan Weber bagian selatan.
Cekungan laut dalam di Banda ini populer disebut sebagai zona Deep Weber. Data BMKG menunjukkan bahwa beberapa tahun terakhir di zona Deep Weber ini memang mengalami peningkatan aktivitas seismik yang cukup signifikan.
Hasil monitoring BMKG hingga saat ini belum terjadi gempa Bumi susulan. Untuk itu kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang, tidak terpancing isu mengingat gempa Bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami, katanya.





