ALEPPO – Pemerintah Suriah dan pihak lain di lapangan sepakat mengizinkan pengiriman 20 pengamat ke Aleppo timur untuk mengawasi evakuasi, ungkap juru bicara PBB pada Selasa (20/12/2016).
Namun PBB menunggu semua pihak memberikan akses pengiriman bantuan kemanusiaan ke Aleppo, tempat warga sipil hidup dalam kepungan sejak Juli tahun lalu.
Izin tersebut diberikan sehari setelah Dewan Keamanan PBB mengesahkan resolusi tentang pengerahan pengamat untuk mengawasi evakuasi dan melaporkan perlindungan warga sipil yang masih berada di kota terkepung itu.
“Kami sudah menerima izin untuk mengirim 20 staf internasional dan nasional ke Aleppo untuk memainkan peran penting dalam pengawasan dan respons di Kota Aleppo,” kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.
Dikutip dari Antara, sedikitnya 25.000 orang telah meninggalkan beberapa distrik pemberontak di Aleppo sejak operasi dimulai pekan lalu menurut Komite Internasional Palang Merah (International Committee of the Red Cross/ICRC).





